Dalam kehidupan modern, ekonomi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas manusia, mulai dari lingkup keluarga hingga hubungan antarnegara. Peran ekonomi yang begitu luas menjadikannya salah satu indikator penting dalam menentukan tingkat kemakmuran suatu negara.
Segala aspek kehidupan pun kerap berkaitan dengan kegiatan ekonomi, sehingga keberadaannya menjadi sebuah kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan.
Selain ekonomi dalam lingkup nasional, terdapat pula cabang ekonomi yang mengatur hubungan lintas batas negara, yaitu ekonomi internasional. Melalui kerja sama perdagangan, keuangan, dan investasi antarnegara, ekonomi internasional berperan besar dalam mendorong pertumbuhan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara global.
Berikut penjelasan tentang ekonomi internasional: pengertian, tujuan, manfaat, dan bentuk yang bisa kamu ketahui:
Pengertian Ekonomi Internasional
Apa yang pertama kali berada dipikirkan ketika mendengar istilah ekonomi internasional? Mungkin banyak orang yang berpendapat bahwa ekonomi ini melibatkan banyak negara beserta transaksi ekonomi di dalamnya. Di antaranya adalah ekspor dan impor. Kedua hal tersebut memang tidak bisa lepas dari negara Indonesia.
Selain itu, berbagai urusan keuangan dan perdagangan juga ikut andil dalam ekonomi internasional. Baik yang dilakukan lembaga pemerintahan maupun swasta. Pada dasarnya, masing-masing negara perlu menjalin kerja sama ekonomi yang baik demi kebaikan bersama. Interaksi antar negara pun memang hampir selalu berurusan dengan ekonomi.
Ekonomi internasional telah dianggap sebagai salah satu cabang ilmu ekonomi yang dipelajari. Dengan demikian, permasalahan yang dibahas pun tidak jauh berbeda dengan ilmu ekonomi pada umumnya. Misalnya mengenai pemilihan produk yang tepat dan fenomena kelangkaan barang di suatu periode tertentu.
Hal ini memang tidak bisa dipisahkan dari permintaan masyarakat terhadap produk tersebut. Dengan demikian ekonomi internasional merupakan ilmu ekonomi yang mempelajari hubungan saling ketergantungan antar negara-negara di dunia yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan manusia.
Karakteristik Ekonomi Internasional
Bagi seseorang yang ingin mempelajari lebih dalam mengenai ekonomi internasional, ada baiknya mengetahui karakteristiknya terlebih dahulu. Dengan mengenali karakteristiknya, seseorang akan lebih mudah memahami pembahasan berikutnya.
1. Pasar Terbuka
Kondisi pasar dalam ekonomi internasional cenderung terbuka atau dikenal pula dengan liberasi pasar. Artinya, akan ada banyak arus transfer uang dengan metode yang semakin inovatif dan canggih. Hal ini tentunya didukung perkembangan teknologi yang semakin canggih.
2. Banyaknya Perusahaan Multinasional
Jika diperhatikan, bukan suatu rahasia lagi bahwa di Indonesia semakin banyak bermunculan perusahaan multinasional. Pada dasarnya, jenis perusahaan ini memang berdampak ketergantungan terhadap negara asal perusahaan tersebut. Hingga akhirnya akan meningkatkan hubungan ekonomi internasional di negara tersebut.
3. Persaingan Semakin Ketat
Sadarkah bahwa persaingan ekonomi saat ini semakin ketat? Tidak hanya dalam perusahaan dalam negeri, namun juga perusahaan luar negeri. Setiap negara beserta perusahaan yang didirikan di dalamnya senantiasa meningkatkan mutu produk yang dihasilkan. Selain itu keefektifan dan efisiensi kerja pun semakin ditingkatkan demi mendapat hasil produksi terbaik.
Ruang Lingkup Ekonomi Internasional
Mengenal ekonomi internasional juga perlu mendalami ruang lingkup di dalamnya. Hal ini bermanfaat untuk memberikan gambaran di mana dan bagaimana ekonomi internasional berkembang. Berikut merupakan ruang lingkup ekonomi internasional yang bisa disimak.
1. Kebijaksanaan Perdagangan Nasional
Ruang lingkup yang pertama adalah mengenai teori dan kebijaksanaan perdagangan nasional. Mengapa ada kata ‘nasional’, hal ini mengacu pada beberapa kebijaksanaan dalam negeri juga berpengaruh terhadap perekonomian internasional.
2. Kebijaksanaan Moneter Dunia
Teori dan kebijaksanaan keuangan dunia memang sudah pasti mempengaruhi ekonomi internasional. Seseorang bisa menilai sendiri bagaimana suatu kebijakan moneter memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi masyarakat di dunia,
3. Organisasi Internasional
Saat ini, semakin bermunculan organisasi-organisasi atau unit kerja yang berkembang di bidang ekonomi internasional. Maka tak heran jika sifat dan karakteristik organisasi tersebut akan sedikit banyak mempengaruhi perekonomian dunia.
4. Berdirinya Perusahaan Multinasional
Sama seperti karakteristiknya, ekonomi internasional juga melingkupi perusahaan multinasional. Oleh karena itu, perekonomian dunia juga dipengaruhi semakin banyaknya perusahaan dengan jenis multinasional. Perusahaan-perusahaan ini bergerak di berbagai sektor dan memiliki peran dalam memajukan perekonomian.
Faktor Penunjang Ekonomi Internasional
Perkembangan ekonomi internasional tentunya dapat semakin pesat karena dipengaruhi faktor tertentu. Oleh karena itu, tak heran jika masing-masing faktor memiliki perannya sebagai penunjang ekonomi internasional. Berikut beberapa faktor penunjang ekonomi jenis ini.
1. Keinginan Mendapat Keuntungan
Pada dasarnya, hal ini merupakan tujuan utama seseorang melakukan kegiatan ekonomi. Seperti yang diketahui, pendapatan negara memang semakin meningkat seiring berkembangnya ekonomi internasional secara umum.
2. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Setiap negara tentunya memiliki masyarakat dengan berbagai tipe. Hal ini bisa dibedakan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dikelola sedemikian rupa. Dengan demikian, semakin maju IPTEK di suatu negara, kecenderungannya terhadap ekonomi internasional pun semakin meningkat.
3. Perbedaan Sumber Daya Alam
Suatu wilayah memang memiliki kebiasaan yang beraneka ragam dan menjadi ciri khasnya tersendiri. Salah satunya adalah pemanfaatan sumber daya alam yang dimiliki. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal, misalnya alam, adat istiadat, iklim, dan tenaga kerja. Bagaimana iklim mempengaruhi kegiatan ekonomi? Hal ini bisa dilihat dari jenis produksi yang dihasilkan di negara-negara lain.
4. Era Globalisasi
Era globalisasi memang berkaitan erat dengan teknologi. Meski dikenal memudahkan, perkembangan ekonomi internasional tidak bisa lepas dari peran masing-masing negara. Artinya, suatu negara memang tidak bisa hidup sendiri tanpa adanya bantuan dari negara-negara lain. Pelajari tentang lembaga ekonomi yang bisa kamu ketahui!
5. Keinginan Bekerja Sama
Setiap negara di dunia pada dasarnya memerlukan negara lainnya. Hal inilah yang membuat kecenderungan bekerja sama semakin meningkat. Hubungan diplomatik antar negara semakin ditingkatkan untuk memenuhi keperluan ekonomi internasional.
Tujuan Ekonomi Internasional
Seperti yang telah diketahui, ilmu ekonomi pada dasarnya bertujuan untuk menciptakan kemakmuran. Hal ini tidak jauh berbeda dengan lingkup ekonomi internasional, kemakmuran untuk setiap lapisan masyarakat tentunya diperlukan. Tujuan tersebut akan lebih mudah diraih dengan berbagai transaksi dalam hubungan internasional.
Misalnya dengan ekspor-impor, pengkreditan, asuransi, investasi, dan bidang lainnya. Hal ini pun terjadi di Indonesia. meski dikenal sebagai negara dengan sumber daya alam yang kaya, kegiatan impor pun tetap dilakukan. Namun, terdapat perbedaan hal khusus yang membedakan perdagangan internasional dan dalam negeri. Berikut beberapa di antaranya:
- Perbedaan kebijakan hukum dalam jual-beli, keuangan, dan bea.
- Perbedaan kebiasaan, adat istiadat, kondisi pasar, hingga iklim.
- Perbedaan tatanan status sosial, ekonomi, dan politik.
Manfaat Kerja Sama Ekonomi Internasional
Kerja sama ekonomi internasional memberikan berbagai keuntungan bagi negara yang terlibat. Tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mendukung stabilitas dan pembangunan jangka panjang. Berikut beberapa manfaat utamanya:
1. Meningkatkan Pendapatan Negara
Hubungan ekonomi antarnegara membuka peluang ekspor produk unggulan ke pasar global. Indonesia, misalnya, dapat mengekspor komoditas pertanian dan perkebunan seperti kopi, karet, dan kelapa sawit. Aktivitas ekspor ini menghasilkan devisa yang berperan penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional.
2. Menjaga Stabilitas Harga di Dalam Negeri
Kerja sama impor menjadi solusi ketika produksi dalam negeri tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Pada kondisi tertentu, seperti gagal panen atau gangguan produksi akibat bencana alam, impor bahan pokok dapat menjaga ketersediaan barang. Dengan pasokan yang tetap terjaga, harga di pasaran pun cenderung stabil dan terkendali.
3. Memperluas Kesempatan Kerja
Investasi asing yang masuk melalui kerja sama internasional turut membuka lapangan pekerjaan baru. Kehadiran perusahaan multinasional di suatu negara membutuhkan tenaga kerja lokal di berbagai bidang, mulai dari sektor produksi hingga manajerial, sehingga mampu mengurangi angka pengangguran.
4. Mendorong Percepatan Pembangunan Nasional
Negara berkembang kerap menjalin kerja sama dengan negara maju untuk memperoleh dukungan pendanaan, teknologi, dan keahlian. Kolaborasi ini berkontribusi besar dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan layanan publik, sehingga proses pembangunan dapat berlangsung lebih cepat dan merata. Ketahui tentang globalisasi ekonomi yang bisa kamu pelajari!
5. Mendorong Alih Teknologi
Kerja sama ekonomi juga membuka peluang transfer teknologi dari negara maju ke negara berkembang. Melalui pelatihan, riset bersama, dan pertukaran pengetahuan, teknologi modern dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi industri dan daya saing nasional, termasuk dalam pengembangan energi terbarukan yang berkelanjutan.
Dampak Kerja Sama Ekonomi Internasional
Kerja sama ekonomi internasional memberikan pengaruh besar terhadap kondisi perekonomian suatu negara. Dampaknya dapat dirasakan secara langsung maupun tidak langsung, baik dalam bentuk manfaat maupun tantangan yang perlu diantisipasi.
Berikut penjelasan dampak positif dan negatif dari kerja sama ekonomi internasional:
Dampak Positif
- Mendorong pertumbuhan ekonomi dan pendapatan negara
- Membuka lapangan kerja di berbagai sektor
- Mempercepat transfer teknologi
- Meningkatkan kualitas sumber daya manusia
- Memperkuat daya saing produk lokal
- Memperluas pasar dan ketersediaan produk
Dampak Negatif
- Meningkatkan ketergantungan pada negara lain
- Menekan industri dalam negeri
- Memicu eksploitasi sumber daya alam
- Memperkuat dominasi negara maju
- Mempercepat masuknya budaya asing
- Menimbulkan ketimpangan distribusi manfaat
Bentuk Hubungan Ekonomi Internasional
Dalam ekonomi internasional, hubungan antarnegara tidak hanya terbatas pada aktivitas jual beli barang. Mengacu pada konsep ekonomi internasional, terdapat tiga bentuk utama hubungan ekonomi antarnegara yang saling berkaitan, yaitu pertukaran hasil produksi, aliran sarana produksi, dan hubungan kredit. Berikut penjelasannya.
1. Pertukaran Hasil atau Output
Hubungan ekonomi internasional dapat berupa pertukaran barang dan jasa melalui kegiatan ekspor dan impor. Setiap negara memanfaatkan keunggulan yang dimilikinya untuk memenuhi kebutuhan negara lain.
Indonesia, misalnya, mengekspor berbagai komoditas seperti minyak, kayu, karet, hasil kerajinan, serta jasa penerbangan dan pariwisata. Di sisi lain, Indonesia juga mengimpor kebutuhan tertentu seperti beras, gandum, bahan baku industri, serta jasa angkutan laut dari negara lain.
2. Pertukaran atau Aliran Sarana Produksi
Selain hasil produksi, hubungan ekonomi internasional juga melibatkan aliran sarana produksi yang meliputi modal, tenaga kerja, dan teknologi. Negara dapat mengirimkan atau menerima faktor produksi sesuai dengan kebutuhan dan peluang yang ada.
Salah satu contohnya adalah pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri, seperti ke Arab Saudi, karena adanya peluang kerja dan imbalan yang lebih tinggi. Aliran sarana produksi ini umumnya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, keamanan, maupun kerja sama bantuan internasional.
3. Hubungan Kredit Antarnegara
Hubungan ekonomi internasional juga tercermin dari posisi utang dan piutang antarnegara. Hubungan kredit dapat muncul akibat transaksi perdagangan atau produksi yang dilakukan secara kredit.
Sebagai contoh, ketika Indonesia mengimpor kapal dari Jepang dengan sistem pembayaran kredit, maka transaksi tersebut menimbulkan kewajiban utang Indonesia kepada pihak penjual di Jepang. Dengan demikian, hubungan perdagangan dapat sekaligus menciptakan hubungan kredit.
Ketiga bentuk hubungan ekonomi internasional tersebut saling berkaitan, namun tidak selalu berkembang secara seimbang. Oleh karena itu, kondisi ekonomi internasional suatu negara perlu dinilai secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi perdagangan, tetapi juga dari aliran faktor produksi dan hubungan kreditnya.
Peran Indonesia dalam Ekonomi Internasional
- Indonesia memiliki posisi strategis dalam ekonomi global sebagai negara kepulauan terbesar dengan jumlah penduduk yang besar.
- Pertumbuhan ekonomi Indonesia tergolong stabil dan relatif cepat, didukung sektor manufaktur, pertanian, pertambangan, dan pariwisata.
- Kebijakan pembangunan infrastruktur, reformasi ekonomi, dan peningkatan daya saing industri mendorong pertumbuhan nasional.
- Indonesia aktif berperan dalam forum internasional, termasuk sebagai anggota G20.
- Keikutsertaan Indonesia dalam G20 memberi pengaruh dalam pembahasan kebijakan ekonomi global.
- Indonesia memperkuat kerja sama regional melalui ASEAN untuk meningkatkan integrasi ekonomi kawasan.
- Reformasi iklim investasi dan insentif fiskal menarik investasi asing langsung dari negara maju.
- Indonesia menjadi mitra dagang penting bagi negara seperti Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang.
Kesimpulan
Ekonomi internasional merupakan bagian penting dari sistem ekonomi global yang mengatur hubungan dan kerja sama antarnegara dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Melalui perdagangan internasional, aliran sarana produksi, dan hubungan kredit, setiap negara saling terhubung dan bergantung satu sama lain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran bersama.
Kerja sama ekonomi internasional memberikan berbagai manfaat, seperti peningkatan pendapatan negara, stabilitas harga, perluasan lapangan kerja, percepatan pembangunan, serta alih teknologi. Namun, di sisi lain, kerja sama ini juga menimbulkan tantangan, mulai dari ketergantungan ekonomi, tekanan terhadap industri lokal, hingga isu ketimpangan dan lingkungan yang perlu dikelola dengan kebijakan yang tepat.
Dalam konteks ini, Indonesia memiliki peran strategis dalam ekonomi internasional. Dengan potensi sumber daya alam, jumlah penduduk yang besar, serta posisi aktif di forum global seperti G20 dan ASEAN, Indonesia mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan dan stabilitas ekonomi dunia
Oleh karena itu, pemahaman yang menyeluruh tentang ekonomi internasional menjadi penting agar setiap negara, termasuk Indonesia, dapat memaksimalkan manfaat kerja sama global sekaligus meminimalkan risiko yang ditimbulkan. Pelajari tentang ekonomi kreatif yang bisa menambah pengetahuanmu!