Franchise: Pengertian, Jenis, Keuntungan, dan Contoh Usahanya

Di tengah ketatnya persaingan dunia usaha, banyak orang mulai mencari peluang bisnis yang lebih aman, praktis, dan terarah. Salah satu pilihan yang banyak diminati adalah bisnis franchise atau waralaba, karena menawarkan sistem usaha yang telah terbukti berhasil serta potensi keuntungan yang menjanjikan, termasuk bagi pelaku usaha pemula.

Membangun usaha baru dengan konsep unik juga dapat menjadi nilai tambah. Namun, bagi sebagian orang yang masih ragu atau belum memiliki gambaran jelas dalam memilih jenis bisnis, waralaba dapat menjadi solusi yang tepat.

Dengan sistem dan merek yang sudah dikenal, bisnis franchise dinilai lebih minim risiko dan memiliki peluang sukses yang lebih besar, sehingga semakin banyak orang tertarik untuk menjalankannya. Berikut penjelasan tentang franchise: pengertian, jenis, keuntungan, dan contoh usahanya yang bisa kamu pelajari:

Apa Itu Franchise?

gambar frachise waralaba

Istilah franchise atau waralaba dalam bahasa Indonesia merujuk pada hak khusus yang dimiliki oleh individu maupun badan usaha atas suatu sistem bisnis dengan karakteristik tertentu, yang digunakan untuk memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti berhasil, serta dapat dimanfaatkan atau dijalankan oleh pihak lain melalui perjanjian waralaba.

Dalam sebuah perjanjian kerja sama franchise, biasanya pemilik usaha akan memberikan bantuan, seperti penggunaan nama merek produk, operasional, proses produksi, manajemen SDM, standar perlengkapan produksi, sampai pengelolaan keuangan. Sedangkan franchisee akan membayar royalti dalam waktu yang telah ditentukan kepada franchisor.

Jenis-jenis Franchise

Franchise atau waralaba dapat diklasifikasikan ke dalam tiga jenis utama. Pengelompokan ini merujuk pada East Asian Executive Report (1993), dengan penjelasan sebagai berikut:

1. Product Franchise

Product franchise merupakan jenis waralaba yang menitikberatkan pada kegiatan distribusi produk. Dalam sistem ini, terwaralaba bertugas menjual produk milik pewaralaba pada wilayah atau area tertentu yang telah ditetapkan. Contohnya dapat ditemukan pada usaha pengecer bahan bakar seperti British Petroleum dan Shell.

2. Processing Franchise atau Manufacturing Franchise

Pada jenis waralaba ini, pewaralaba berperan dalam memberikan pengetahuan dan keahlian (know-how) terkait proses produksi kepada terwaralaba. Dengan demikian, terwaralaba dapat memproduksi barang sesuai standar yang telah ditentukan. Contoh processing franchise antara lain perusahaan minuman seperti Coca-Cola dan Fanta.

3. System Franchise atau Business Format Franchise

System franchise atau business format franchise merupakan bentuk waralaba yang paling umum. Dalam sistem ini, pewaralaba menyediakan konsep bisnis secara menyeluruh, mulai dari produk, sistem operasional, hingga cara penyajian kepada konsumen. Contohnya adalah bisnis makanan cepat saji seperti KFC, Dunkin’ Donuts, dan McDonald’s.

4 Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Memulai Usaha Franchise

Walaupun suatu franchise sudah terkenal, namun bukan berarti siapa saja bisa melakukan bisnis tersebut. Sebelum memulai usaha bisnis franchise atau waralaba ada beberapa hal yang perlu disiapkan dan diperhatikan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai franchise, yaitu:

1. Sesuaikan dengan Passion

Ketika akan memulai bisnis baik itu bisnis waralaba atau bisnis lainnya harus didasari dengan passion atau minat yang dimiliki. Saat melakukan bisnis yang sesuai dengan passion maka bisnis memiliki kemungkinan peluang sukses yang lebih besar. Saat seseorang memiliki minat maka orang tersebut akan melakukan bisnis dengan perasaan senang.

Menjalani bisnis sesuai passion itu sangat penting karena saat melakukan bisnis tanpa minat yang kuat, bisnis bisa berhenti di tengah jalan. Contohnya, seseorang yang memiliki hobi kecantikan dan perawatan diri maka sangat cocok untuk membuka bisnis salon atau spa dibandingkan bisnis makanan yang kurang diminati.

Passion yang kuat akan membuat seseorang pantang menyerah untuk mengembangkan dan menjalani bisnisnya.

2. Cari Lokasi yang Strategis

Jika sudah menemukan bisnis yang sesuai dengan passion maka lokasi yang strategis juga harus dipikirkan. Salah satu yang harus dipertimbangkan adalah membeli atau menyewa sebuah tempat untuk keperluan usaha. Apabila memilih untuk menyewa tempat maka cari lokasi strategis yang cocok dengan usaha yang akan dipilih.

Buat perhitungan dan target penjualan agar bisa memperoleh untung dan membayar sewa tempat. Ada banyak kejadian sebuah usaha harus tutup, karena modal sewa tempat yang tidak bisa dibayarkan.

3. Siapkan Modal

Sebelum memulai bisnis, seseorang harus memiliki modal. Bukan hanya uang, mental juga merupakan modal yang kuat untuk memulai suatu bisnis. Saat yakin akan memulai bisnis franchise, tentu modal uang harus dipikirkan.

Besar modal franchise berbeda-beda tergantung dengan jenis franchise apa yang akan dilakukan dan seberapa besar bisnis tersebut. Semakin besar atau terkenal suatu merek maka biasanya biaya untuk memulai bisnis waralaba juga akan semakin besar. Selain uang, mental yang kuat juga sangat diperlukan dalam persaingan bisnis waralaba.

Hal tersebut dikarenakan bisnis waralaba ini memiliki persaingan yang cukup ketat. Jika tidak memiliki mental yang kuat maka bisa saja putus asa di tengah jalan akibat tidak sanggup menghadapi persaingan. Ketika menemui suatu hambatan atau kegagalan maka berusaha untuk bangun adalah tindakan yang paling tepat.

4. Pelajari Seluk Beluk Franchise yang akan Digeluti

Jika sudah yakin dengan franchise apa yang akan dilakukan maka sangat penting untuk mempelajari semua hal mengenai waralaba yang akan digeluti. Pilih franchise yang cocok dengan keinginan, lebih baik jika memiliki franchise yang memiliki jam terbang tinggi. Ketika memilih franchise yang memenuhi kriteria tersebut maka risiko gagal akan berkurang.

Seseorang yang ingin memulai bisnis franchise perlu mengetahui modal yang diperlukan untuk usaha, lokasi cabang franchise lainnya, fasilitas yang akan didapatkan dari pemilik usaha, serta model pembagian hasil. Ada beberapa usaha franchise yang mengharuskan untuk modal sendiri serta ada juga franchisor yang ikut memberi modal.

Jika franchise yang dipilih telah memiliki banyak cabang maka potensi usaha juga akan lebih bagus. Sebelum itu, orang yang akan memulai bisnis franchise juga perlu mengetahui Peraturan Pemerintah No. 24 mengenai waralaba.

Contoh Beberapa Franchise yang Populer

Di Indonesia, ada banyak franchise yang bisa dilakukan baik itu franchise yang berasal dari luar negeri maupun lokal. Saat ini banyak bisnis franchise yang bisa dilakukan sesuai dengan minat dan modal yang dimiliki. Beberapa franchise yang populer di Indonesia, yaitu:

1. Franchise Makanan

Bisnis makanan dan minuman adalah salah satu yang banyak dipilih oleh masyarakat. Beberapa contoh bisnis franchise makanan yang banyak dikenal, yaitu:

a.) Khun Thai Tea

Minuman Thai Tea adalah salah satu jenis minuman yang saat ini banyak diminati. Franchise Khun Thai Tea merupakan usaha minuman kekinian yang telah terpercaya sejak 2017. Mitra hanya perlu membayar modal di awal usaha tanpa harus membayar royalti rutin. Ada banyak peralatan dan bahan baku yang diperoleh dengan membayar biaya modal sekitar Rp17 juta.

b.) Sabana Fried Chicken

Salah satu franchise fried chicken lokal yang banyak ditemui adalah Sabana Fried Chicken. Hingga saat ini, Sabana Fried Chicken telah memiliki penggemarnya sendiri dan dinilai memiliki rasa yang enak seperti ayam goreng terkenal.

Selain itu, harga satu porsi ayam goreng dan nasi juga bisa dibilang cukup murah, sehingga banyak orang yang memilih Sabana Fried Chicken.

Modal yang diperlukan untuk membeli franchise Sabana Fried Chicken yaitu sekitar Rp16,7 juta. Pihak Sabana Fried Chicken akan melakukan pemantau perkembangan usaha selama tiga bulan. Bisnis franchise Sabana Fried Chicken yang sukses bisa memperoleh omzet sampai Rp20 juta dalam satu bulan.

c.) Churros Delicio

Salah satu jajanan yang banyak disenangi adalah churros. Bagi peminat bisnis makanan manis, Churros Delicio bisa dipilih sebagai salah satu usaha yang menjanjikan. Modal usaha yang dibutuhkan sekitar Rp9 juta sampai Rp10 juta dengan tawaran paket kemitraan mesin 1 filler.

Selain itu, mitra juga tidak akan dikenakan royalti hanya pembayaran modal di awal usaha saja.

d.) Kkuldak

Makanan Korea mulai dikenal oleh banyak orang di dunia, termasuk Indonesia. Salah satu menu makanan Korea yang paling disenangi adalah masakan ayam. Kkuldak menjual produk honey chicken yang memiliki rasa unik dan berbeda dengan makanan olahan ayam lainnya. Honey chicken dijual dengan tambahan topping khas Korea, seperti tteokbokki.

Modal yang diperlukan untuk memulai usaha Kkuldak yaitu sekitar Rp350 juta. Mitra akan memperoleh outlet semu counter dengan modal sebesar Rp350 juta. Apabila ingin membuat Kkuldak dalam bentuk restoran maka biaya yang diperlukan sekitar Rp1 miliar.

e.) KFC

Salah satu bisnis franchise yang menguntungkan adalah KFC. Produk ayam goreng adalah salah satu kesukaan banyak masyarakat Indonesia. Walaupun memerlukan dana yang besar, tetapi KFC telah memiliki banyak pelanggan yang akan membuat cabang baru cepat didatangi oleh pelanggan.

Oleh karena itu, bagi yang berminat dan memiliki modal besar bisa membuka franchise KFC.  Biaya yang diperlukan untuk franchise KFC sangat besar yaitu Rp1,5 triliun. Tidak semua orang bisa melakukan franchise KFC, pasalnya untuk bisa bermitra dengan KFC diharuskan memenuhi beberapa persyaratan yang telah dibuat oleh pihak KFC.

f.) Pizza Hut

Jika berbicara mengenai pizza, Pizza Hut adalah salah satu tujuan banyak orang untuk memakan pizza. Pizza Hut merupakan franchise dengan sistem operasional bisnis yang tinggi dan mengharuskan mitranya memenuhi persyaratan yang sesuai dengan peraturan internasionalnya.

Untuk bisa membuka franchise Pizza Hut Restoran diperlukan biaya sampai Rp8 Miliar, sedangkan untuk Pizza Hut Delivery sekitar Rp3 Miliar.

2. Franchise selain Makanan yang Populer

Selain makanan, ada juga bisnis franchise lainnya yang bisa dilakukan. Beberapa contoh franchise selain makanan yang populer, yaitu:

a.) The Clean Bar Laundry

Salah satu usaha yang mulai dikenal beberapa tahun ke belakang adalah jasa laundry sepatu dan tas. Apabila berminat melakukan usaha di bidang tersebut, The Clean Bar Laundry bisa dipilih menjadi franchise yang tepat. The Clean Bar Laundry menawarkan jasa cuci sepatu dan tas, sehingga sepatu dan tas bisa lebih terawat dan terlihat bersih.

Modal awal yang diperlukan untuk membuka franchise The Clean Bar Laundry mulai dari Rp50 juta. Paket franchise Rp50 juta tidak akan memperoleh booth, namun booth perlu disesuaikan dengan standar yang telah dibuat oleh pihak The Clean Bar Laundry.

b.) Indomaret

Indomaret merupakan salah satu minimarket yang banyak ditemui di mana saja. Selain itu, banyak masyarakat yang memilih belanja di minimarket, karena cenderung lengkap. Modal yang diperlukan untuk memulai franchise Indomaret yaitu sekitar Rp394 juta.

Salah satu kelebihan franchise Indomaret yang akan dirasakan mitra adalah kepercayaan brand yang cukup kuat. Namun, salah satu kelemahannya adalah persaingan yang cukup ketat akibat jumlah gerai yang banyak.

c.) Alfamart

Alfamart merupakan saingan kuat dari Indomaret yang sama-sama menawarkan franchise. Alfamart memiliki beberapa macam tipe kerjasama franchise dengan ketentuan-ketentuan yang telah dibuat. Calon mitra perlu menyiapkan dana sekitar Rp300 juta sampai Rp500 juta di luar biaya lahan untuk pendirian bangunan.

Bisnis franchise Alfamart juga banyak diminati oleh calon franchisee, karena dianggap bisa mendatangkan keuntungan yang cukup besar.

d.) Bambu Spa

Selain bisnis makanan, bisnis perawatan juga memiliki peluang yang cukup besar. Bambu Spa menawarkan konsep perawatan menggunakan metode bambu yang bisa dikatakan unik.

Untuk bisa franchise Bambu Spa, calon mitra perlu membuat proposal yang berisi mengenai modal, komitmen, lokasi, target pasar dan sebagainya. Selain itu, modal yang diperlukan untuk franchise Bambu Spa sekitar Rp850 juta.

e.) Apotek K-24

Bisnis franchise apotek yang terpercaya adalah Apotek K-24. Apotek K-24 banyak dipilih karena buka 24 jam dan menyediakan obat-obatan yang komplit. Untuk bisa franchise K-24 diperlukan modal sebesar Rp970 juta, memiliki luasan tanah 60 m2, serta berada di Pulau Jawa.

Mitra yang membayar modal sebesar Rp970 juta akan memperoleh stok obat-obatan, renovasi bangunan, sewa bangunan selama 1 tahun, franchise fee dan lainnya. Namun, calon mitra juga perlu membayar biaya awal franchise sebesar Rp110 juta untuk masa franchise dalam waktu enam bulan.

Ada banyak bisnis franchise yang bisa dipilih, mulai dari franchise kecil sampai franchise besar yang memerlukan banyak modal. Namun hal terpenting adalah franchise apa pun yang dipilih harus dilakukan dengan kesungguhan sesuai dengan minat yang dimiliki. Selain itu, agar usaha franchise semakin berkembang lakukan promosi tambahan dengan inisiatif sendiri. Pelajari bagaimana studi kelayakan bisnis untuk menambah pengetahuanmu!

Keuntungan Bisnis Franchise

Layaknya jenis usaha lainnya, bisnis franchise menawarkan berbagai keuntungan bagi pihak yang menjalankannya, baik sebagai pemilik merek (franchisor) maupun pembeli hak usaha (franchisee). Berikut beberapa keuntungan utama bisnis franchise yang perlu diketahui:

1. Perkembangan Bisnis Lebih Cepat

Bisnis franchise dikenal memiliki potensi pertumbuhan yang relatif cepat, terutama bagi pemula yang ingin terjun ke dunia usaha. Di Indonesia, waralaba menjadi salah satu pilihan investasi yang cukup menjanjikan karena sistem bisnisnya sudah terbentuk dengan baik.

Sebagai franchisee, Anda tidak perlu memulai usaha dari nol. Mulai dari perencanaan bisnis, sistem operasional, hingga strategi pemasaran umumnya telah disiapkan oleh franchisor. Dengan begitu, Anda hanya perlu menjalankan standar operasional dan prosedur yang telah ditetapkan dalam kerja sama.

Selain itu, kebutuhan produk, bahan baku, hingga konsep usaha biasanya telah disediakan oleh pemilik franchise. Bahkan, dalam banyak kasus, franchisee hanya perlu menyiapkan lokasi usaha. Hal inilah yang membuat bisnis franchise berpeluang berkembang lebih cepat dibandingkan usaha mandiri.

2. Minim Kebutuhan Branding dan Promosi

Keuntungan lain dari bisnis franchise adalah minimnya upaya branding. Umumnya, bisnis waralaba sudah memiliki nama dan citra merek yang kuat di masyarakat sehingga lebih mudah dikenal oleh konsumen.

Dengan brand awareness yang telah terbentuk, kebutuhan promosi menjadi lebih ringan. Hal ini tentu menghemat waktu, tenaga, dan biaya pemasaran, sekaligus memudahkan franchisee dalam menarik pelanggan sejak awal operasional.

3. Memiliki Rekan Bisnis yang Profesional

Ketika Anda membeli hak usaha franchise, franchisor secara tidak langsung menjadi rekan bisnis Anda. Memiliki mitra yang berpengalaman dan profesional merupakan nilai tambah yang besar dalam menjalankan usaha.

Biasanya, franchisor telah menyediakan sistem pendukung seperti pelatihan, fasilitas operasional, serta panduan pengelolaan bisnis. Dengan dukungan tersebut, Anda dapat lebih fokus menjalankan usaha, menjaga kualitas layanan, dan mendorong pertumbuhan bisnis yang stabil.

4. Sarana Pembelajaran Dunia Bisnis

Bisnis franchise juga dapat dijadikan sebagai media pembelajaran bagi calon pengusaha. Melalui usaha ini, Anda dapat mempelajari berbagai aspek penting dalam bisnis, seperti strategi pemasaran, manajemen operasional, pengelolaan keuangan, hingga pelayanan pelanggan.

Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama menjalankan franchise dapat menjadi bekal berharga untuk membangun atau mengembangkan bisnis sendiri di masa depan. Ilmu tersebut bisa diadaptasi dan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan usaha lanjutan yang ingin Anda jalankan.

Kekurangan dan Risiko Bisnis Franchise

Di balik berbagai keuntungannya, bisnis franchise juga memiliki sejumlah kekurangan dan risiko yang perlu dipertimbangkan secara matang sebelum memutuskan untuk bergabung.

1. Biaya Awal Relatif Besar

Bisnis franchise umumnya membutuhkan modal awal yang cukup besar. Biaya tersebut meliputi franchise fee, perlengkapan usaha, pelatihan, serta kewajiban membayar royalti secara berkala kepada franchisor.

2. Ketergantungan pada Franchisor

Dalam menjalankan usaha, franchisee sangat bergantung pada kebijakan dan kinerja franchisor. Jika franchisor mengalami masalah atau kurang berinovasi, maka hal tersebut dapat berdampak langsung pada perkembangan bisnis franchisee.

3. Perjanjian Bersifat Mengikat

Kontrak franchise biasanya memiliki jangka waktu panjang dan aturan yang cukup ketat. Kondisi ini bisa membatasi ruang gerak franchisee dalam mengembangkan strategi bisnis sesuai keinginan pribadi.

4. Risiko terhadap Reputasi Merek

Meskipun sistem bisnis sudah tersedia, risiko usaha tetap tidak dapat dihindari. Franchisee tetap menanggung kemungkinan kerugian finansial dan persaingan pasar. Selain itu, reputasi merek juga bisa terdampak apabila terjadi masalah di cabang lain.

Kesimpulan

Bisnis franchise atau waralaba merupakan pilihan usaha yang tepat bagi siapa saja yang ingin memulai bisnis dengan risiko yang relatif lebih terukur. Dengan sistem bisnis yang sudah teruji, dukungan operasional dari franchisor, serta kekuatan merek yang telah dikenal masyarakat, franchise menawarkan kemudahan bagi pemula untuk terjun ke dunia wirausaha.

Meskipun demikian, menjalankan bisnis franchise tetap memerlukan persiapan yang matang. Calon franchisee harus menyesuaikan pilihan usaha dengan passion, menyiapkan modal yang cukup, memilih lokasi strategis, serta memahami secara menyeluruh sistem dan perjanjian waralaba yang akan dijalankan. Persaingan yang ketat juga menuntut mental yang kuat dan komitmen jangka panjang.

Dengan perencanaan yang tepat dan pengelolaan yang sungguh-sungguh, bisnis franchise tidak hanya berpotensi memberikan keuntungan finansial, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran berharga untuk mengembangkan kemampuan dan pengalaman berbisnis di masa depan. Pelajari juga tentang bisnis plan yang bisa menambah pengetahuan bisnismu!