Dalam menjalankan operasional bisnis maupun pengembangan sistem, dibutuhkan alur kerja yang jelas dan terstruktur agar setiap proses dapat berjalan dengan efektif. Tanpa gambaran alur yang mudah dipahami, analisis permasalahan dan pengambilan keputusan sering kali menjadi tidak optimal.
Oleh karena itu, flowchart hadir sebagai alat visual yang membantu menggambarkan proses kerja secara sistematis, sehingga memudahkan perencanaan, pemahaman, dan penyelesaian masalah dalam berbagai bidang, khususnya di dunia bisnis dan pemrograman.
Berikut penjelasan penting flowchart: pengertian, fungsi, simbol, jenis, dan cara membuatnya yang bisa kamu ketahui!
Pengertian Flowchart
Flowchart adalah representasi grafis yang menggambarkan urutan langkah dan proses dalam sebuah program atau sistem. Diagram ini membantu programmer maupun tim terkait dalam menganalisis alur kerja, mengidentifikasi permasalahan, serta menentukan solusi yang tepat secara lebih sistematis.
Setiap tahapan dalam flowchart ditampilkan menggunakan simbol-simbol khusus yang saling terhubung melalui garis atau panah, sehingga alur proses dapat dipahami dengan jelas dan mudah diikuti. Dengan visualisasi ini, proses pengambilan keputusan dan aliran kerja program menjadi lebih terstruktur.
Dalam pengembangan perangkat lunak, flowchart memegang peranan penting, terutama pada proyek yang melibatkan banyak pihak. Bagan alur membantu menyamakan pemahaman antar anggota tim, mengurangi risiko kesalahan interpretasi, serta menjembatani komunikasi antara aspek teknis dan non-teknis dalam perencanaan maupun pelaksanaan proyek.
Fungsi Flowchart
Flowchart dibuat untuk dua fungsi utama yaitu memberikan sebuah gambaran dalam sebuah proses dan memberikan informasi sederhana pada rangkaian prosedur. Flowchart akan memudahkan analisis dalam melihat dan memahami situasi dengan cepat.
Dalam pemrograman dan pengembangan sistem, flowchart memiliki beberapa fungsi penting, di antaranya:
Membantu Perencanaan Proses
Flowchart memudahkan perencanaan langkah-langkah yang diperlukan dalam menyelesaikan suatu tugas atau permasalahan secara sistematis dan terstruktur.
Menganalisis Algoritma
Dengan tampilan visual, flowchart membantu memahami logika dan alur algoritma sehingga proses pemrograman dapat dianalisis dengan lebih baik.
Mempermudah Komunikasi
Flowchart menjadi media komunikasi yang efektif antara programmer, analis sistem, dan pengguna dalam memahami alur kerja suatu sistem atau aplikasi. Ketahui bagaimana komunikasi pemasaran untuk menambah pengetahuanmu!
Mendeteksi dan Memperbaiki Kesalahan
Melalui flowchart, kesalahan logika atau bug dalam algoritma dapat lebih mudah ditemukan dan diperbaiki sebelum program dijalankan.
Dengan berbagai fungsi tersebut, flowchart menjadi komponen penting dalam pengembangan program untuk memastikan alur kerja berjalan efisien, jelas, dan minim kesalahan.
Simbol Flowchart
Sesuai keterangan di bagian pengertian. Flowchart ini tidak akan terlepas dengan beberapa simbol. Sebab, simbol-simbol yang ada akan menggambarkan suatu kondisi dari permasalahan atau alur sistem. Simbol flowchart dibagi atas tiga jenis, yakni:
1. Simbol Input dan Output
Simbol input dan output akan menjelaskan jenis alat yang dipakai dalam media input dan output. Variasi dari simbol ini adalah:
- Simbol input atau output
- Simbol punched card
- Simbol magnetic tape
- Simbol disk storage
- Simbol dokumen
- Simbol display
2. Simbol Proses
Simbol proses akan menggambarkan beberapa kategori operasi pengolahan yang digunakan dalam sebuah prosedur. Beberapa simbol proses meliputi:
- Simbol manual
- Simbol proses
- Simbol decision
- Simbol terminal
- Simbol predefined process
- Simbol keying operation
- Simbol manual input
- Simbol offline storage
3. Alur Simbol Terusan (Flow Direction Symbols)
Simbol ketiga ini lebih difungsikan sebagai penghubung di antara simbol-simbol. Biasanya simbol jenis ini disebut dengan istilah connecting line. Simbol-simbol yang masuk di jenis ini adalah:
- Simbol arus
- Simbol communication link
- Simbol konektor
- Simbol konektor online
Jenis-Jenis Flowchart
Flowchart memiliki beberapa jenis yang digunakan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan penggunaannya. Setiap jenis flowchart memiliki karakteristik serta fungsi yang berbeda. Secara umum, flowchart terbagi menjadi lima jenis utama, yaitu:
1. Flowchart Dokumen (Document Flowchart)
Flowchart dokumen, atau sering disebut juga paperwork flowchart, digunakan untuk menggambarkan alur dokumen atau formulir dari satu bagian ke bagian lainnya. Flowchart ini membantu menelusuri bagaimana dokumen diproses, dicatat, hingga disimpan, sehingga sangat berguna dalam memahami sistem administrasi dan pengelolaan laporan.
2. Flowchart Program (Program Flowchart)
Flowchart program berfungsi untuk menjelaskan langkah-langkah atau prosedur yang terdapat dalam sebuah program secara rinci. Jenis flowchart ini umumnya digunakan oleh programmer sebagai panduan dalam proses pengkodean. Flowchart program terbagi menjadi dua, yaitu program logic flowchart yang menampilkan logika program, serta detailed computer program flowchart yang menggambarkan alur program secara lebih detail.
3. Flowchart Proses (Process Flowchart)
Flowchart proses merupakan penggambaran alur kerja suatu prosedur atau sistem dari sudut pandang rekayasa industri. Flowchart ini digunakan untuk menganalisis dan merinci setiap langkah dalam sebuah proses agar lebih efisien dan mudah dipahami.
4. Flowchart Sistem (System Flowchart)
Flowchart sistem menampilkan keseluruhan alur kerja yang terjadi dalam suatu sistem. Diagram ini menjelaskan hubungan antarprosedur serta urutan proses yang saling berkaitan, sehingga memberikan gambaran menyeluruh mengenai cara kerja sistem tersebut.
5. Flowchart Skematik (Schematic Flowchart)
Flowchart skematik hampir serupa dengan flowchart sistem, namun memiliki pendekatan visual yang lebih sederhana. Selain menggunakan simbol standar, flowchart ini juga memanfaatkan gambar komputer, mesin, atau peralatan lain agar alur proses lebih mudah dipahami, terutama oleh pengguna non-teknis.
Cara Membuat Flowchart
Menyusun flowchart yang efektif memerlukan perencanaan yang baik agar setiap tahapan proses dapat tergambar secara jelas dan mudah dipahami. Dengan langkah yang tepat, flowchart tidak hanya menjadi alat visual, tetapi juga sarana untuk menjelaskan alur kerja secara sistematis.
Berikut panduan sederhana yang dapat Anda ikuti untuk membuat flowchart sesuai kebutuhan.
1. Tentukan Tujuan Flowchart
Langkah awal dalam pembuatan flowchart adalah menetapkan tujuan yang ingin dicapai. Pada tahap ini, Anda dapat mempertimbangkan beberapa pertanyaan berikut:
- Proses atau sistem apa yang ingin dijelaskan?
- Siapa target pengguna flowchart dan seberapa jauh pemahaman mereka terhadap proses tersebut?
- Apakah flowchart dibuat untuk membantu pengambilan keputusan, menjelaskan alur kerja, atau menyelesaikan suatu masalah?
Menentukan tujuan sejak awal akan membantu Anda memilih informasi yang relevan dan menentukan tingkat detail pada setiap tahapan flowchart.
Sebagai contoh, flowchart untuk perencanaan website dapat menampilkan alur perjalanan pengguna dari halaman utama hingga halaman tertentu, sedangkan flowchart pemecahan masalah mungkin hanya berfokus pada langkah solusi. Dengan tujuan yang jelas, flowchart akan lebih terarah dan tepat guna.
2. Susun Langkah-Langkah Proses
Setelah tujuan ditetapkan, langkah berikutnya adalah merumuskan urutan proses yang akan ditampilkan dalam flowchart. Susun setiap langkah secara berurutan agar alurnya logis dan mudah diikuti.
Anda dapat memulainya dengan membuat daftar sederhana yang berisi tindakan, keputusan, serta hasil atau output dari setiap tahap. Misalnya, pada flowchart pendaftaran pengguna, proses bisa dimulai dari “Pengguna Mengisi Formulir”, dilanjutkan dengan “Verifikasi Email”, hingga menghasilkan “Akun Berhasil Dibuat”.
Dengan menyusun langkah-langkah secara kronologis, Anda dapat memastikan tidak ada proses penting yang terlewat. Selain itu, pertimbangkan juga kemungkinan percabangan atau kondisi lain yang mungkin terjadi agar flowchart lebih fleksibel dan mampu menggambarkan berbagai skenario.
3. Buat Flowchart Menggunakan Tools Pilihan
Setelah tujuan dan alur proses dirumuskan, Anda dapat mulai menggambar flowchart menggunakan aplikasi yang sesuai. Pemilihan tools yang tepat akan memudahkan Anda dalam menyusun simbol, menghubungkan alur, serta menata diagram agar terlihat rapi dan profesional.
Beberapa tools yang umum digunakan untuk membuat flowchart antara lain Microsoft Word dan Canva. Berikut contoh langkah membuat flowchart menggunakan Microsoft Word.
Cara Membuat Flowchart di Microsoft Word
Microsoft Word menyediakan fitur Shapes dan SmartArt yang memungkinkan pembuatan flowchart tanpa perlu aplikasi desain tambahan.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
- Buka Microsoft Word dan buat dokumen baru.
- Pilih tab Insert, lalu klik Shapes atau SmartArt untuk menambahkan simbol flowchart.
- Jika menggunakan Shapes, pilih simbol flowchart yang diperlukan dan letakkan pada halaman dokumen.
- Atur ukuran dan posisi simbol agar terlihat seragam dan rapi.
- Jika memilih SmartArt, gunakan kategori Process, lalu sesuaikan bentuk dan ukurannya sesuai kebutuhan.
- Tambahkan teks pada setiap simbol untuk menjelaskan proses dengan mengklik kanan dan memilih Add Text.
- Hubungkan antar simbol menggunakan panah (Arrow) dari menu Shapes untuk menunjukkan urutan alur.
- Jika diperlukan, tambahkan keterangan tambahan pada panah atau simbol agar alur lebih mudah dipahami.
- Sesuaikan tampilan, seperti warna dan format, melalui menu Shape Format.
Dengan langkah-langkah tersebut, Anda sudah dapat membuat flowchart sederhana menggunakan Microsoft Word. Flowchart ini bisa dikembangkan lebih lanjut sesuai tingkat kompleksitas proses yang ingin dijelaskan.
Cara Membuat Flowchart Menggunakan Canva
Canva merupakan platform desain grafis berbasis online yang mudah digunakan, termasuk bagi pemula. Melalui Canva, Anda dapat membuat flowchart dengan cepat, baik menggunakan template siap pakai maupun mendesainnya dari awal sesuai kebutuhan.
Berikut langkah-langkah membuat flowchart menggunakan Canva:
- Buka situs Canva melalui browser dan masuk ke akun Anda. Jika belum memiliki akun, Anda dapat mendaftar secara gratis.
- Pada kolom pencarian, ketik kata kunci “flowchart” untuk menampilkan berbagai pilihan template yang tersedia.
- Pilih template flowchart yang sesuai, atau gunakan desain kosong melalui menu Papan Tulis jika ingin membuat flowchart dari awal. Dalam panduan ini, penggunaan template dapat mempercepat proses pembuatan.
- Sesuaikan elemen dan teks pada flowchart dengan mengklik bagian yang ingin diubah. Anda dapat langsung mengedit teks, mengatur ukuran, serta mengganti warna elemen sesuai kebutuhan.
- Manfaatkan fitur tambahan seperti ikon atau elemen visual lainnya agar flowchart terlihat lebih menarik dan mudah dipahami.
- Setelah selesai, simpan desain Anda. Flowchart pun siap digunakan.
4. Tinjau dan Validasi Flowchart
Setelah flowchart selesai dibuat, langkah penting berikutnya adalah melakukan peninjauan ulang untuk memastikan alur proses yang ditampilkan sudah benar dan lengkap.
Cobalah menelusuri setiap langkah dalam flowchart secara menyeluruh untuk memastikan alurnya logis dan tidak ada tahapan yang terlewat. Periksa kembali penggunaan simbol, arah panah, serta percabangan keputusan agar semuanya mengarah ke proses yang tepat.
Selain itu, mintalah masukan dari pihak lain, terutama orang yang akan menggunakan flowchart tersebut, seperti anggota tim atau pengguna sistem. Umpan balik ini sangat membantu untuk memastikan flowchart mudah dipahami dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan.
Dengan melakukan peninjauan dan validasi, Anda dapat memastikan flowchart mampu menjelaskan proses secara efektif, akurat, dan siap digunakan sebagai panduan kerja.
Contoh Flowchart
Terdapat banyak contoh flowchart sederhana yang bisa dijadikan referensi sebelum membuat bagan di sebuah perusahaan besar. Misalnya saja contoh flowchart di kegiatan sehari-hari, seperti menyikat gigi dengan benar berikut ini:
Kesimpulan
Flowchart merupakan alat visual yang sangat penting dalam menggambarkan alur kerja, proses, dan pengambilan keputusan dalam sebuah sistem atau program. Dengan menyajikan langkah-langkah secara grafis melalui simbol dan arah alur yang jelas, flowchart membantu perusahaan maupun tim pengembang memahami proses secara lebih terstruktur dan sistematis.
Keberadaan flowchart memudahkan perencanaan, analisis algoritma, komunikasi antar pihak, serta pendeteksian kesalahan sejak tahap awal. Beragam simbol dan jenis flowchart memungkinkan pengguna menyesuaikan diagram dengan kebutuhan, baik untuk keperluan administrasi, pemrograman, analisis proses, maupun pemahaman sistem secara menyeluruh.
Meski tidak memiliki aturan baku, pembuatan flowchart tetap perlu mengikuti prinsip kejelasan, keterurutan, dan penggunaan simbol standar agar mudah dipahami oleh semua pihak. Pelajari apa itu bisnis model canvas untuk menambah pengetahuanmu!
Dengan demikian, flowchart tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu teknis, tetapi juga sebagai sarana komunikasi yang efektif untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kualitas pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.