Apa Itu Footnote? Fungsi, Contoh, dan Cara Membuatnya di Word

Menulis artikel memang terlihat sederhana, tetapi menghasilkan tulisan yang baik, rapi, dan kredibel membutuhkan perhatian lebih. Salah satu indikator kualitas sebuah artikel terletak pada cara penulis menyajikan sumber rujukan secara jelas dan bertanggung jawab.

Karena itulah, penulisan sumber tidak bisa dilakukan sembarangan, melainkan harus mengikuti kaidah tertentu. Salah satu cara yang paling umum digunakan adalah melalui footnote atau catatan kaki, terutama dalam penulisan artikel ilmiah.

Footnote merupakan keterangan tambahan yang ditempatkan di bagian bawah halaman dan berisi sumber kutipan atau penjelasan pendukung dari teks utama. Catatan kaki sering digunakan ketika sebuah artikel memuat banyak referensi, sehingga sumber-sumber tersebut tidak mengganggu alur paragraf.

Dengan footnote, tulisan tetap terlihat rapi, sementara informasi pendukung tetap tersaji dengan lengkap. Menariknya, membuat footnote di Microsoft Word sebenarnya sangat mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk penulis pemula. Berikut penjelasan lebih jauh tentang apa itu footnote? fungsi, contoh, dan cara membuatnya di word yang bisa kamu ketahui:

Apa Itu Footnote

gambar cara membuat footnote

Catatan kaki atau footnote adalah keterangan tambahan yang ditempatkan di bagian bawah halaman. Fungsinya untuk mencantumkan sumber rujukan atau memberikan penjelasan tambahan terhadap bagian tertentu dari teks utama. Biasanya, catatan kaki digunakan ketika penulis ingin menambahkan informasi, komentar, atau keterangan pendukung yang tidak berkaitan langsung dengan inti pembahasan dalam paragraf.

Dalam penggunaannya, penulis menandai teks dengan simbol atau angka kecil. Simbol tersebut kemudian dicantumkan kembali di bagian bawah halaman, diikuti dengan penjelasan atau komentar yang relevan. Contohnya, angka “¹” yang muncul di akhir kalimat akan merujuk pada catatan dengan nomor yang sama di bagian bawah halaman.

Dengan adanya catatan kaki, pembaca dapat memilih untuk langsung membaca penjelasan tambahan tersebut atau melanjutkan membaca teks utama terlebih dahulu. Hal ini membuat alur membaca tetap nyaman tanpa terganggu informasi tambahan yang bersifat pelengkap.

Selain untuk memberi komentar, catatan kaki juga sering digunakan sebagai rujukan sumber. Melalui catatan kaki, pembaca dapat mengetahui asal suatu informasi atau diarahkan ke sumber lain yang membahas topik serupa. Oleh karena itu, banyak gaya penulisan ilmiah yang mewajibkan penggunaan catatan kaki atau catatan akhir, meskipun beberapa gaya lain memperbolehkan kutipan langsung di dalam teks dengan format nama penulis dan tahun.

Untuk menentukan apakah sumber sebaiknya dicantumkan dalam catatan kaki atau di badan teks, sebaiknya penulis menyesuaikan dengan pedoman penulisan yang digunakan atau berkonsultasi langsung dengan guru maupun dosen pembimbing.

Fungsi Penulisan Footnote

Catatan kaki (footnote) memiliki peran penting dalam penulisan jurnal, makalah, maupun karya ilmiah lainnya. Kehadirannya tidak hanya melengkapi tulisan, tetapi juga membantu pembaca memahami isi pembahasan dengan lebih baik. Berikut beberapa fungsi utama footnote:

1. Memperkuat Bukti dan Sumber

Footnote berfungsi sebagai penegas bahwa informasi yang disampaikan berasal dari sumber yang jelas, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan adanya catatan kaki, pembaca dapat mengetahui rujukan asli dari suatu pernyataan sehingga kredibilitas tulisan menjadi lebih kuat.

2. Memberikan Informasi Tambahan

Catatan kaki juga digunakan untuk menyajikan informasi lanjutan tanpa mengganggu alur utama teks. Melalui footnote, pembaca dapat memperoleh penjelasan tambahan atau rujukan lain untuk memperdalam pemahaman mereka.

3. Memperluas Pembahasan

Melalui footnote, penulis dapat memperluas konteks atau sudut pandang pembahasan. Pembaca yang ingin memahami topik secara lebih mendalam dapat merujuk pada catatan kaki sebagai pelengkap penjelasan di dalam teks utama.

4. Memberi Keterangan atau Petunjuk

Footnote dapat berfungsi sebagai penunjuk atau keterangan tambahan, misalnya untuk menjelaskan istilah tertentu, mengarahkan pembaca ke lampiran, atau memberikan penjelasan yang masih berkaitan dengan informasi yang dibahas.

Unsur-Unsur dalam Footnote (Catatan Kaki)

Dalam penulisan karya ilmiah, memahami unsur-unsur catatan kaki sangat penting. Dengan mengetahui komponen yang harus dicantumkan, penulis dapat menyusun footnote secara tepat dan sesuai kaidah. Secara umum, catatan kaki memiliki beberapa unsur utama sebagai berikut.

1. Nama Pengarang

Setiap catatan kaki wajib mencantumkan nama penulis dari sumber yang dikutip. Penulisan cukup menggunakan nama pengarang tanpa menyertakan gelar akademik maupun jabatan lainnya.

2. Judul Kutipan

Unsur berikutnya adalah judul karya atau teks yang dijadikan rujukan, baik berupa buku, artikel, maupun jurnal. Penulisan judul harus jelas dan mengikuti aturan Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), sehingga diperlukan ketelitian pada bagian ini. Ketahui bagaimana contoh judul karya ilmiah untuk menambah pengetahuanmu!

3. Tahun Terbit

Tahun terbit menunjukkan waktu penerbitan sumber yang digunakan. Informasi ini penting untuk membantu pembaca mengetahui relevansi dan kebaruan referensi, terutama pada artikel ilmiah atau jurnal.

4. Nomor Halaman Kutipan

Nomor halaman dicantumkan untuk menunjukkan lokasi kutipan dalam sumber asli. Penulis dapat menuliskannya secara lengkap atau menggunakan singkatan “hal.” diikuti dengan nomor halaman. Unsur ini memudahkan pembaca melacak sumber kutipan secara langsung.

Contoh Penulisan Footnote

Setelah memahami unsur, aturan, dan cara membuat footnote, berikut beberapa contoh penulisan catatan kaki berdasarkan jenis sumber yang digunakan.

1. Contoh Footnote dari Jurnal atau Makalah

Format umum:

Nomor kutipan, nama penulis, judul artikel, nama jurnal/makalah, volume dan nomor edisi, tahun terbit, halaman.

Contoh:

¹ Yahya Saputra, “Kekerasan Terhadap Wanita dalam Hukum Islam”, Asy-Syariah, Edisi 6, April 2016, hlm. 15.

2. Contoh Footnote dari Majalah

Format umum:

Nomor kutipan, nama penulis, judul artikel, nama majalah, tanggal terbit, halaman.

Contoh:

¹ Mochtar Naim, “Mengapa Orang Minang Merantau?”, Tempo, 31 Januari 1975, hlm. 36.

3. Contoh Footnote dari Sumber Internet

Format umum:

Nomor kutipan, nama penulis, judul artikel, URL, tanggal akses.

Contoh:

¹ Sonia Rahma, “Aplikasi Surat Menyurat untuk Perusahaan”, https://www.sipas.id/blog/aplikasi-surat-menyurat
, diakses 12 Agustus 2020.

4. Contoh Footnote dengan Satu Penulis

Format umum:

Nomor kutipan, nama penulis, judul buku (kota penerbit: nama penerbit, tahun), halaman.

Contoh:

¹ Chairil Anwar, Deru Campur Debu (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1992), hlm. 9.

5. Contoh Footnote dengan Dua Penulis

Format umum:

Nomor kutipan, nama penulis pertama dan penulis kedua, judul buku (kota penerbit: nama penerbit, tahun), halaman.

Contoh:

¹ Joko Budiman dan Armand Setiadi, Struktur Atom (Jakarta: Bina Sanjaya, 1996), hlm. 50–68.

6. Contoh Footnote dengan Tiga Penulis atau Lebih

Format umum:

Nomor kutipan, nama penulis pertama dkk., judul buku (kota penerbit: nama penerbit, tahun), halaman.

Contoh:

¹ Sri Utami dkk., Bahasa Inggris Level 5 (Yogyakarta: PT Gramedia, 2003), hlm. 5.

Cara Membuat Footnote (Catatan Kaki) di Microsoft Word

Footnote atau catatan kaki digunakan untuk menambahkan keterangan atau sumber referensi pada kata maupun kalimat tertentu. Berikut langkah-langkah membuat footnote di Microsoft Word berdasarkan versi yang digunakan.

1. Membuat Footnote di Microsoft Word 2007–2020

  • Tentukan kata atau kalimat yang ingin diberi footnote, lalu letakkan kursor di akhir kata tersebut.
  • Masuk ke menu References, kemudian perhatikan bagian Footnotes.
  • Pilih Insert Footnote. Secara otomatis akan muncul angka kecil di akhir kata dan kursor berpindah ke bagian bawah halaman.
  • Tuliskan keterangan atau sumber referensi pada kolom footnote yang tersedia.
  • Jika ingin mengubah format angka, simbol, atau tampilan footnote, klik ikon kecil di pojok menu Footnotes, lalu sesuaikan pengaturannya.
  • Untuk mengatur tampilan teks footnote, klik kanan pada area footnote, pilih Style, lalu tentukan format yang diinginkan.

2. Membuat Footnote di Microsoft Word Versi Ponsel

  • Unduh dan instal aplikasi Microsoft Word melalui Play Store atau App Store, lalu pastikan aplikasinya sudah versi terbaru.
  • Buka dokumen Word yang ingin diberi catatan kaki.
  • Blok kata atau letakkan kursor pada bagian yang akan diberi footnote.
  • Ketuk ikon panah ke atas di pojok kanan bawah untuk membuka menu.
  • Pilih menu Sisipkan, kemudian cari dan pilih Catatan Kaki.
  • Footnote akan langsung muncul di bagian bawah halaman, lalu isi keterangan yang diperlukan.

3. Membuat Footnote di Microsoft Word 2003 dan Versi Sebelumnya

  • Buka dokumen menggunakan Microsoft Word 2003.
  • Klik menu View, lalu pilih Print Layout.
  • Arahkan kursor ke kata yang ingin diberi catatan kaki.
  • Klik menu Insert, pilih Reference, lalu Footnote.

Cara Cepat Membuat Footnote di Microsoft Word

Bagi sebagian orang, membuat footnote melalui menu mungkin terasa cukup rumit karena harus mengikuti beberapa langkah. Padahal, Microsoft Word menyediakan cara yang jauh lebih praktis, yaitu dengan menggunakan shortcut keyboard.

Shortcut Footnote di Windows

Jika Anda menggunakan Microsoft Word di sistem operasi Windows, cukup:

  • Letakkan kursor di akhir kata atau kalimat yang ingin diberi catatan kaki.
  • Tekan Ctrl + Alt + F secara bersamaan.
  • Secara otomatis, footnote akan langsung muncul di bagian bawah halaman dan siap diisi.

Langkah ini bisa diulang di halaman mana pun untuk menambahkan footnote lainnya.

Shortcut Footnote di Mac

Bagi pengguna Microsoft Word di macOS, tersedia shortcut berikut:

  • Command + Option + F untuk menambahkan footnote
  • Command + Option + E untuk menambahkan endnote

Perlu diperhatikan bahwa shortcut ini hanya berfungsi pada versi Word tertentu.

Catatan Penting

Cara pembuatan footnote di Microsoft Word dapat berbeda-beda, tergantung pada:

  • Versi Microsoft Word yang digunakan
  • Sistem operasi (Windows, macOS, atau Android)

Namun, penggunaan shortcut tetap menjadi metode paling cepat dan efisien untuk menambahkan footnote, terutama bagi pengguna yang sering menulis makalah atau karya ilmiah.

Cara Membuat Footnote di Makalah Menggunakan Zotero (Word 2007)

Zotero adalah aplikasi yang membantu membuat catatan kaki (footnote) secara otomatis, sehingga penulisan makalah menjadi lebih rapi dan cepat. Ketahui bagaimana cara menulis pendahuuan makalah untuk menambah referensimu!

1. Siapkan Referensi di Zotero

  • Buka aplikasi Zotero.
  • Masukkan file referensi (jurnal, buku, atau dokumen lain) ke menu My Library.
  • Zotero akan mengenali dan menyimpan data referensi secara otomatis.
  • Anda bisa menggunakan jurnal maupun sumber lain sebagai referensi.

2. Buka Dokumen Makalah

  • Buka file makalah di Microsoft Word 2007.
  • Letakkan kursor di akhir kalimat yang ingin diberi footnote (setelah tanda titik).

3. Tambahkan Footnote dengan Zotero

  • Klik menu Zotero di Word.
  • Pilih Add/Edit Citation.
  • Atur gaya sitasi, misalnya Chicago Manual of Style 17th Edition (Full Note) (sesuai aturan dosen).
  • Pilih bahasa Indonesia dan aktifkan opsi Display citations as footnotes.
  • Klik OK.

4. Pilih Sumber Referensi

  • Akan muncul kolom sitasi.
  • Pilih referensi yang ingin digunakan dari daftar Zotero.
  • Masukkan nomor halaman kutipan.
  • Klik OK.

5. Cek Hasil Footnote

  • Footnote akan muncul otomatis di bagian bawah halaman.
  • Pastikan nama penulis, judul, dan nomor halaman sudah sesuai.
  • Ulangi langkah di atas untuk kalimat lain yang membutuhkan footnote.

Kesimpulan

Footnote atau catatan kaki merupakan elemen penting dalam penulisan laporan, makalah, jurnal, maupun karya ilmiah lainnya. Keberadaan footnote membantu penulis menyampaikan sumber rujukan dan informasi tambahan tanpa mengganggu alur pembahasan utama. Dengan demikian, tulisan menjadi lebih rapi, kredibel, dan mudah dipahami oleh pembaca.

Melalui footnote, penulis dapat memperkuat bukti, memberikan penjelasan lanjutan, memperluas pembahasan, serta memberi keterangan atau petunjuk yang relevan. Agar penulisannya tepat, penulis perlu memahami unsur-unsur footnote seperti nama pengarang, judul sumber, tahun terbit, dan nomor halaman kutipan.

Pembuatan footnote di Microsoft Word pada dasarnya cukup mudah dan dapat dilakukan melalui berbagai cara, baik melalui menu References, menggunakan shortcut keyboard, maupun dengan bantuan aplikasi manajemen referensi seperti Zotero. Perbedaan versi Word dan sistem operasi memang memengaruhi langkah-langkahnya, namun prinsip dasarnya tetap sama.

Dengan memahami konsep, fungsi, contoh penulisan, serta cara membuat footnote yang benar, penulis diharapkan mampu menyusun karya tulis yang lebih sistematis, sesuai kaidah akademik, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Pelaajri juga bagaimana cara menulis penutupan makalah yang bisa kamu ketahui!