Perencanaan wilayah tidak hanya berkaitan dengan tata ruang semata, tetapi juga menyangkut bagaimana sebuah kawasan dapat berkembang secara berkelanjutan dari sisi fisik, sosial, dan ekonomi.
Oleh karena itu, dibutuhkan keahlian khusus serta pola pikir yang tepat agar setiap rencana pembangunan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menghadapi tantangan di masa depan.
Berikut penjelasan tentang berpikir sistematis dan komprehensif dalam perencanaan wilayah yang bisa kamu ketahui!
Pengertian Sistematis dan Komprehensif
Apa Itu Sistematis?
Sistematis adalah cara melakukan sesuatu secara terstruktur dan terencana, sesuai dengan pola atau langkah yang telah ditetapkan. Pendekatan ini menekankan efisiensi, ketelitian, serta keteraturan agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan baik.
Secara lebih mendalam, sistematis dapat diartikan sebagai upaya menguraikan dan merumuskan suatu hal ke dalam hubungan yang logis dan teratur, sehingga membentuk sebuah sistem yang utuh, terpadu, dan menyeluruh. Melalui pendekatan ini, rangkaian sebab dan akibat dari suatu objek atau permasalahan dapat dijelaskan secara jelas dan runtut.
Dengan demikian, sistematis berarti melaksanakan suatu kegiatan berdasarkan pola atau kerangka tertentu, sehingga proses dan hasil yang diperoleh menjadi lebih efektif dan efisien. Berpikir secara sistematis sendiri merupakan kemampuan untuk menyusun, menganalisis, dan memahami informasi secara teratur dan logis, sehingga mudah dipahami serta saling berkaitan.
Lebih lanjut, kemampuan berpikir sistematis juga mencerminkan kecakapan seseorang dalam menyelesaikan tugas atau permasalahan melalui tahapan, urutan, dan langkah-langkah yang jelas sesuai dengan kerangka yang telah ditentukan.
Apa Itu Komprehensif?
Istilah komprehensif sendiri berasal dari Bahasa Inggris yaitu “comprehensive” yang memiliki makna luas, menyeluruh, lengkap, teliti, dan meliputi banyak hal. Definisi komprehensif secara umum adalah segala sesuatu yang meliputi berbagai macam aspek dan ruang lingkup yang sifatnya luas dan lengkap.
Sedangkan menurut KBBI, komprehensif memiliki tiga makna yakni: bersifat dapat menerima dengan baik; ruang lingkup atau isi yang luas dan lengkap; memperlihatkan dan memiliki wawasan yang luas.
Pada dasarnya komprehensif sering dipakai untuk menyatakan keadaan di mana sesuatu dapat memberikan penjelasan keterangan yang lebih luas dan lengkap, serta mampu memberikan wawasan lebih. Beberapa bidang kehidupan yang kerap menggunakan istilah komprehensif adalah akuntansi, kebidanan, filsafat dan lain-lain. Berikut arti komprehensif pada bidang-bidang tersebut, yaitu:
- Pada Bidang Akuntansi: Pada bidang ini komprehensif didefinisikan sebagai suatu prinsip dalam pembuatan laba dan rugi pada suatu perusahaan dengan tujuan untuk mengukur tingkat keberhasilan kinerja dalam periode tertentu.
- Pada Bidang Kebidanan: Komprehensif juga memiliki makna tersendiri dalam bidang kebidanan yakni penanganan yang diberikan kepada bayi dan ibu secara berkesinambungan sejak bayi masih berada dalam rahim hingga dilahirkan.
- Pada Bidang Filsafat: Definisi komprehensif dalam bidang ini adalah suatu cara berpikir yang menelaah segala sesuatu secara keseluruhan sehingga tak ada bagian yang tidak dikaji sama sekali.
Kemampuan Berpikir Sistematis dan Komprehensif Seorang Planner
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, berpikir secara sistematis dan komprehensif adalah salah satu kemampuan yang wajib dimiliki seorang planner. Dalam menghasilkan suatu rencana atau produk, planner harus berpikir melalui beberapa tahap agar rancangannya sistematis atau dalam ilmu planologi dikenal dengan istilah POAC yang berarti planning, organizing, actuating, dan controlling.
Apabila suatu tahap tidak tercapai maka tahap selanjutnya tidak akan tercipta karena tidak ada masalah yang melandasi tujuan tersebut. Berikut penjelasan mengenai istilah POAC:
Planning
Disebut juga dengan perencanaan, merupakan proses yang membutuhkan kejelian dan pertimbangan. Pada tahap ini planner harus menentukan tujuan serta meramalkan situasi yang mungkin terjadi di masa depan dengan benar dan akurat. Kemudian planner juga harus memutuskan apa yang harus dilakukan terlebih dahulu dan kapan harus dilakukan.
Organizing
Setelah tahap perencanaan, orang-orang dalam organisasi mulai menyatukan tenaga manusia dan material sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Organizing adalah proses membangun hubungan antar anggota organisasi.
Hubungan yang dibuat pada tahap ini berbentuk otoritas dan tanggung jawab. Tiap anggota organisasi akan diberikan tugas khusus beserta otoritas yang sesuai untuk melakukannya.
Actuating
Planning dan organizing tidak akan berjalan baik tanpa adanya actuating atau pelaksanaan kerja. Tahap ini harus sejalan dengan rencana kerja yang sudah disusun, kecuali ada hal khusus yang mengharuskan terjadi penyesuaian.
Kerja keras, kerja cerdas dan kerja sama sangat dibutuhkan pada tahap ini. Seluruh sumber daya manusia yang tersedia harus dioptimalkan sesuai tugasnya masing-masing untuk mencapai visi, misi, serta program kerja organisasi.
Controlling
Terakhir adalah controlling atau pengendalian, yang berfungsi untuk membantu manajemen dalam menerapkan kebijakannya dan mengambil korektif apabila ada kinerja yang tidak sesuai dengan tujuan. Tetapi sebelum itu, penentuan standar harus dilakukan terlebih dahulu agar kinerja aktual dan standar dapat dibandingkan.
Selain sistematis, seorang planner juga perlu berpikir secara komprehensif agar tatanan suatu wilayah dapat menyelesaikan berbagai masalah kompleks yang terjadi di masyarakat. Karena tujuan klasik dari perencanaan memanglah menata tatanan fisik suatu wilayah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada wilayah tersebut.
Planner harus bisa menjelaskan mengapa suatu wilayah dibangun dengan tatanan fisik sedemikian rupa. Alasan yang disampaikan harus berhubungan dengan berbagai aspek yang ingin dicapai pada masa yang akan datang.
Manfaat Berfikir Sistematis dan Komprehensif
Manfaat Berfikir Sistematis
Berpikir secara sistematis memberikan berbagai manfaat, di antaranya:
- Membantu proses pengembangan diri melalui kemampuan menganalisis permasalahan secara lebih mendalam dan terstruktur.
- Memudahkan seseorang dalam menguraikan suatu informasi atau konsep secara jelas, runtut, dan mudah dipahami.
- Membuat arah serta tujuan pembelajaran dapat direncanakan dengan lebih terorganisir dan terukur.
- Membimbing pendidik maupun peserta didik dalam menjalankan kegiatan belajar secara tertib dan sistematis.
- Mendorong cara pandang yang lebih menyeluruh terhadap suatu masalah, yaitu melihatnya sebagai bagian dari sistem yang saling berkaitan, bukan sebagai elemen yang berdiri sendiri.
Manfaat Berfikir Komprehensif
Berpikir secara sistematis memberikan berbagai manfaat, di antaranya:
- Pola pikir komprehensif membantu seseorang mengambil keputusan dengan lebih bijak karena mempertimbangkan berbagai aspek sebelum bertindak.
- Cara berpikir ini membuat masalah dipahami secara menyeluruh, bukan hanya dari satu sudut pandang saja.
- Pemahaman yang luas terhadap situasi dan orang lain dapat mengurangi kesalahpahaman dalam interaksi sosial.
- Seseorang menjadi lebih terbuka dan toleran terhadap perbedaan pendapat, latar belakang, maupun pandangan.
- Kemampuan analisis meningkat karena terbiasa menilai suatu kondisi dari berbagai faktor secara objektif.
- Penyelesaian masalah menjadi lebih efektif karena solusi yang diambil lebih tepat dan berjangka panjang.
Kesimpulan
Planologi merupakan bidang ilmu yang memiliki peran strategis dalam pembangunan wilayah karena menyangkut perencanaan aspek fisik, sosial, dan ekonomi secara terpadu. Tanggung jawab tersebut menuntut seorang planner tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir yang matang dan menyeluruh.
Kemampuan berpikir sistematis membantu planner menyusun perencanaan secara terstruktur, logis, dan efisien melalui tahapan yang jelas, seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengendalian. Dengan pendekatan ini, setiap proses perencanaan dapat berjalan runtut dan tujuan yang ditetapkan lebih mudah dicapai.
Di sisi lain, kemampuan berpikir komprehensif memungkinkan planner melihat permasalahan dan potensi wilayah dari berbagai sudut pandang. Pendekatan ini penting untuk memastikan bahwa rencana pembangunan tidak bersifat parsial, tetapi mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara luas serta mengantisipasi dampak jangka panjang.
Dengan menggabungkan pola pikir sistematis dan komprehensif, seorang planner dapat menghasilkan perencanaan wilayah yang lebih efektif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Pelajari sistem pengendalian manajemen yang bisa kamu ketahui!