50 Contoh Kosakata Bahasa Thailand: Nama Angka, Nada, Aksara

Asia Tenggara dikenal sebagai kawasan yang kaya akan keberagaman bahasa dan budaya. Berbeda dengan kawasan seperti Amerika Selatan atau Eropa yang memiliki beberapa negara dengan bahasa nasional yang sama, hampir seluruh negara ASEAN memiliki bahasa nasionalnya masing-masing.

Keunikan inilah yang menjadikan bahasa sebagai bagian penting dari identitas setiap negara, termasuk Thailand yang memiliki bahasa nasional dengan karakter, sejarah, dan sistem linguistik yang khas. Berikut penjelasan lebih tentang 50 contoh kosakata bahasa Thailand, dari nama angka, nada, aksara yang bisa kamu pelajari:

Contoh Kosakata Bahasa Thailand

Bahasa Thailand Transliterasi Arti (Indonesia)
สวัสดีครับ / สวัสดีค่ะ sàwàddee kráb / sàwàddee ká Halo / Hai (pria / wanita)
อรุณสวัสดิ์ครับ / อรุณสวัสดิ์ค่ะ arùnsawat kráb / arùnsawat ká Selamat pagi (pria / wanita)
ราตรีสวัสดิ์ครับ / ราตรีสวัสดิ์ค่ะ radrisawat kráb / radrisawat ká Selamat malam (pria / wanita)
ไปแล้วนะครับ / ไปแล้วนะค่ะ bái láew ná kráb / bái láew ná ká Saya pergi sekarang / selamat tinggal (pria / wanita)
ลาก่อนครับ / ลาก่อนค่ะ la gòn kráb / la gòn ká Sampai jumpa (formal) (pria / wanita)
ใช่ครับ / ใช่ค่ะ chái kráb / chái ká Ya / benar (pria / wanita)
ไม่ใช่ครับ / ไม่ใช่ค่ะ mái chái kráb / mái chái ká Tidak / tidak benar (pria / wanita)
อาจจะ àdschá Mungkin
โอเคครับ / โอเคค่ะ ok kráb / ok ká Oke (pria / wanita)
ขอบคุณครับ / ขอบคุณค่ะ kòbkûn kráb / kòbkûn ká Terima kasih (pria / wanita)
ไม่เป็นไรครับ / ไม่เป็นไรค่ะ mái bpen rái kráb / mái bpen rái ká Sama-sama / tidak apa-apa (pria / wanita)
ขอโทษ…ครับ / ขอโทษ…ค่ะ kǒ tód… kráb / kǒ tód… ká Maaf, … (pria / wanita)
ขอโทษครับ / ขอโทษค่ะ kǒ tód kráb / kǒ tód ká Maaf (pria / wanita)
ผมมี… / ผมไม่มี…ฉันมี… / ฉันไม่มี… pǒm mii… / pǒm mái mii…chán mii… / chán mái mii… Saya punya … / Saya tidak punya … (pria / wanita)
เรามี… / เราไม่มี… râu mii… / râu mái mii… Kami punya … / Kami tidak punya …
มันมี… / มันไม่มี… mân mii… / mân mái mii… Ada … / Tidak ada …
ผมชื่อ… / ฉันชื่อ… pǒm chûe… / chán chûe… Nama saya … (pria / wanita)
ผมมาจาก… / ฉันมาจาก… pǒm maa jàak… / chán maa jàak… Saya berasal dari … (pria / wanita)
ผมอายุ… / ฉันอายุ… pǒm ayú… / chán ayú… Umur saya … (pria / wanita)
ผมแต่งงานแล้ว… / ผมยังไม่แต่งงาน…ฉันแต่งงานแล้ว… / ฉันยังไม่แต่งงาน… pǒm dtàeng-ngaan láew / pǒm yang mái dtàeng-ngaanchán dtàeng-ngaan láew / chán yang mái dtàeng-ngaan Saya menikah / Saya belum menikah (pria / wanita)
ผมเดินทางคนเดียว… / ผมไม่ได้เดินทางคนเดียว…ฉันเดินทางคนเดียว… / ฉันไม่ได้เดินทางคนเดียว… pǒm dean taang kon diao / pǒm mái dâi dean taang kon diaochán dean taang kon diao / chán mái dâi dean taang kon diao Saya bepergian sendiri / tidak sendiri (pria / wanita)
ผมเดินทางกับ… / ฉันเดินทางกับ… pǒm dean taang gàp… / chán dean taang gàp… Saya bepergian dengan … (pria / wanita)

Contoh Kosakata Bahasa Thailand yang Populer

Ungkapan (Latin) Arti (Indonesia)
mi khwaam suk Ah, senangnya
mai bpen rai Sama-sama / tidak apa-apa
khao chai mai? Kamu mengerti, kan?
mai ruu wa Tidak tahu
mai tong huaang Tidak perlu khawatir
jai yen yen Santai ya / sabar ya
sanùk mai? Menyenangkan, kan? / seru, kan?
geng mâak! Hebat banget!
tham arai bâang? Lagi apa? / lagi ngapain?
mai mii ləəi Tidak ada satu pun

Penggunaan Bahasa Thailand

Penggunaan Bahasa Thailand
Penggunaan Bahasa Thailand

Bahasa Thailand digunakan oleh lebih dari enam puluh juta penutur di kawasan Indochina. Pengguna utamanya tentu adalah masyarakat Thailand, namun bahasa ini juga digunakan di beberapa wilayah negara tetangga, seperti Malaysia bagian utara, Kamboja, Myanmar bagian selatan, dan terutama Laos. Penyebaran bahasa Thailand ke negara-negara tersebut dipengaruhi oleh kedekatan geografis dan kesamaan budaya.

Di Thailand sendiri terdapat lebih dari tujuh puluh bahasa daerah. Menariknya, hanya sekitar dua puluh persen penduduk Thailand yang menggunakan bahasa Thai sebagai bahasa ibu, sementara sisanya memakai bahasa daerah masing-masing dalam kehidupan sehari-hari.

Meskipun demikian, bahasa Thai tetap berperan sebagai bahasa pemersatu. Dalam komunikasi antar daerah, kegiatan resmi, serta dunia pendidikan, bahasa Thai digunakan secara luas dan diajarkan di sekolah-sekolah. Hampir seluruh media massa, seperti surat kabar, majalah, portal berita, dan radio, menggunakan bahasa Thai sebagai bahasa standar, kecuali beberapa media lokal yang memakai bahasa daerah.

Seperti halnya bahasa Indonesia dan bahasa lainnya, bahasa Thai juga memiliki banyak kata serapan dari bahasa asing, terutama dari bahasa Inggris. Contohnya adalah kata email dan shopping. Namun, kata-kata serapan tersebut sering mengalami perubahan ejaan dan pelafalan agar sesuai dengan sistem bunyi bahasa Thai.

Sebagai contoh, dalam bahasa Thai tidak terdapat akhiran bunyi -l, sehingga kata email diadaptasi menjadi “emay”. Selain itu, karena bahasa Thai tidak memiliki bunyi “sh”, kata shopping diubah pengucapannya menjadi “chopping”, dengan bunyi sh diganti menjadi ch.

Dalam hal tata bahasa, penggunaan kata kerja bahasa Thai cukup mirip dengan bahasa Indonesia. Kata kerja tidak berubah bentuk meskipun menunjukkan perbedaan waktu. Hal ini berbeda dengan bahasa Inggris, yang mengubah bentuk kata kerja sesuai dengan waktu penggunaannya.

Baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Thai, penanda waktu biasanya cukup ditambahkan melalui keterangan waktu dalam kalimat, tanpa perlu mengubah bentuk kata kerja itu sendiri.

Ucapan Percakapan Umum Bahasa Thailand

Ucapan Percakapan Umum Dalam Bahasa Thailand
Ucapan Percakapan Umum Dalam Bahasa Thailand

Dalam bahasa Thailand, saat dua orang atau lebih saling bertemu, umumnya mereka mengucapkan salam “Sawaddi krab” atau “Sawaddi kha”. Ucapan ini bersifat netral waktu, sehingga dapat digunakan kapan saja, baik pagi, siang, maupun malam hari.

Perbedaan antara “Sawaddi krab” dan “Sawaddi kha” terletak pada jenis kelamin pembicara, bukan pada lawan bicara atau usia.

  • “Sawaddi krab” diucapkan oleh laki-laki.
  • “Sawaddi kha” diucapkan oleh perempuan.

Aturan yang sama juga berlaku ketika mengucapkan terima kasih dalam bahasa Thailand. Ungkapan yang digunakan adalah “Khob khun krab” dan “Khob khun kha”.

  • “Khob khun krab” diucapkan oleh laki-laki.
  • “Khob khun kha” diucapkan oleh perempuan.

Dalam budaya bahasa Thailand, kesopanan sangat diperhatikan, termasuk saat menyebut nama seseorang. Untuk menunjukkan rasa hormat, biasanya digunakan kata tambahan “Khun” sebelum nama orang tersebut. Kata “Khun” secara harfiah berarti Anda dan berfungsi sebagai sapaan sopan.

Sebagai contoh, jika ingin menyebut seseorang bernama Mendy, maka bentuk yang lebih sopan adalah “Khun Mendy”.

Contoh Nada dalam Bahasa Thailand

Belajar Bahasa Thailand
Belajar Bahasa Thailand

Dalam bahasa Thailand, intonasi atau nada pengucapan memegang peranan yang sangat penting. Hal ini karena banyak kata dalam bahasa Thai yang memiliki suku kata sama, tetapi maknanya berbeda hanya karena perbedaan nada. Dengan kata lain, intonasi digunakan untuk membedakan arti kata, bukan sekadar gaya pengucapan.

Penggunaan nada ini sedikit menyerupai konsep panjang–pendek (mad) dalam bahasa Arab. Namun, sistem nada bahasa Thailand jauh lebih kompleks, dan lebih mirip dengan bahasa Mandarin. Bahasa Thai memiliki lima jenis nada berbeda, yang masing-masing dapat menghasilkan makna yang berbeda meskipun suku katanya sama.

Lima Jenis Intonasi dalam Bahasa Thailand

  1. Saman (nada datar)
    Dibaca dengan nada rata tanpa naik atau turun.
    Dalam penulisan latin, tidak diberi tanda khusus.
  2. Ek (nada rendah / turun)
    Dibaca dengan nada rendah atau menurun.
    Dalam penulisan latin, biasanya diberi tanda aksen kubur (`).
  3. Tho (nada jatuh)
    Dimulai dengan nada tinggi lalu langsung turun.
    Dalam penulisan latin, ditandai dengan aksen topi (ˆ).
  4. Tri (nada naik)
    Dibaca dari nada datar kemudian naik ke nada lebih tinggi.
    Dalam penulisan latin, ditandai dengan aksen akut (´).
  5. Cattawa (nada bangkit)
    Dimulai dari nada rendah, lalu naik menjadi nada tinggi atau datar.
    Dalam penulisan latin, ditandai dengan aksen cekung (˘).

Contoh Perbedaan Makna karena Intonasi

Salah satu contoh suku kata yang sama namun memiliki makna berbeda apabila dibaca dengan nada berbeda adalah kata “na”.

Pelafalan Nada Arti
na Datar sawah
Turun nama orang
Naik paman atau bibi (adik ibu)
Jatuh wajah
Bangkit tebal

Contoh lain suku kata yang sama namun dengan nada berbeda memiliki makna berbeda adalah kata “mai”.

Pelafalan Nada Arti
mai Datar mil
mài Turun baru
mái Naik kayu
mâi Jatuh tidak
mǎi Bangkit sutra

Urutan Huruf dalam Bahasa Thailand

Urutan Huruf dalam Bahasa Thailand
Urutan Huruf dalam Bahasa Thailand

Dalam bahasa Thailand terdapat 21 huruf vokal, yaitu a, i, ue, u, e, ae, o, o, oe, ia, uea, ua, io, eo, ao, ai, ui, oi, am, rue, dan lue. Huruf vokal ini berbeda sedikit degan bahasa terdekatnya yaitu bahasa Laos yang memiliki 16 huruf vokal tanpa rue, lue, oi, ui, io, eo dan hanya satu bunyi vokal o.

Dalam bahasa Thailand terdapat 21 huruf konsonan yaitu k, kh, ng, ch, ch, j, d, t, th, n, b, p, ph, f, m, y, r, l, w, s, dan h. Huruf konsonan ini berbeda sedikit dengan bahasa Laos yang meskipun jumlahnya sama 21 namun dalam bahasa Laos tidak terdapat ch dan j namun memiliki konsonan tambahan ny dan s. Jika diperhatikan, tulisan bahasa Thailand ada kemiripan dengan tulisan bahasa Jawa dan juga bahasa Bali.

Nama Angka dalam bahasa Thailand

Nama Angka Dalam bahasa Thailand
Nama Angka Dalam bahasa Thailand

Angka 0–10 dalam Bahasa Thailand

Berikut ini adalah beberapa angka dari 0-10 dalam bahasa Thailand

Angka Indonesia Bahasa Thailand (Latin)
0 Nol Suun
1 Satu Neung
2 Dua Song
3 Tiga Sam
4 Empat Sii
5 Lima Haa
6 Enam Hok
7 Tujuh Ced
8 Delapan Paed
9 Sembilan Gao
10 Sepuluh Sib

Angka Belasan (11–19) Bahasa Thailand

Untuk angka puluhan dalam bahasa Thailand hanya perlu menambahkan “sib” di belakangnya, contohnya

Angka Indonesia Bahasa Thailand
11 Sebelas Sib ed
12 Dua belas Sib song
13 Tiga belas Sib sam
14 Empat belas Sib sii
15 Lima belas Sib haa
16 Enam belas Sib hok
17 Tujuh belas Sib ced
18 Delapan belas Sib paed
19 Sembilan belas Sib gao

Angka Puluhan Bahasa Thailand

Sedangkan untuk 20 ada sedikit perbedaan dimana bukan disebut “Song Sib” melainkan “Yii sib”

Untuk angka belasan kata “sib” ditaruh di bagian depan angka lainny, contohnya adalah

Angka Indonesia Bahasa Thailand
20 Dua puluh Yii sib
30 Tiga puluh Sam sib
40 Empat puluh Sii sib
50 Lima puluh Haa sib
60 Enam puluh Hok sib
70 Tujuh puluh Ced sib
80 Delapan puluh Paed sib
90 Sembilan puluh Gao sib

Perhatikan bahwa pada angka sebelas angka satunya tidak disebut dengan “neung” melainkan “ed”. Kata “Ed” ini digunakan untuk menunjukkan angka satu yang berupa satuan pada puluhan contohnya angka 1 pada 21 (Yii sib ed) atau 31 (Sam sib ed).

Angka Ratusan Bahasa Thailand

Untuk angka ratusan polanya tinggal menambahkan kata “roy” di belakangnya. Contohnya adalah

Angka Indonesia Bahasa Thailand
100 Seratus Neung roy
200 Dua ratus Song roy
300 Tiga ratus Sam roy
323 Tiga ratus dua puluh tiga Sam roy yii sib sam

Angka Ribuan Bahasa Thailand

Untuk angka ratusan polanya tinggal menambahkan kata “phan” di belakangnya. Contohnya adalah

Angka Indonesia Bahasa Thailand
1000 Seribu Neung phan
2000 Dua ribu Song phan
3000 Tiga ribu Sam phan

Bentuk Aksara Thailand

Bentuk Aksara Thailand
Bentuk Aksara Thailand

Aksara Thai merupakan jenis aksara yang digunakan dalam menulis tulisan berbahasa Thai maupun bahasa daerah lainnya di negara Thailand. Aksara Thai memiliki 44 huruf konsonan dan 15 huruf vokal yang jika digabungkan dengan huruf konsonan maka akan terbentuk menjadi 28 jenis bentuk vokal. Aksara Thai juga memiliki 4 tanda diakritik dalam penulisannya.

Sama seperti aksara Jawa, aksara Thai bersifat abugida, yaitu sistem penulisan dimana setiap hurufnya melambangkan konsonan dan vokal. Dalam aksara Thai huruf ditulis dari arah kiri ke kanan seperti huruf latin. Konsonan umumnya ditulis dengan cara mendatar dari kiri ke kanan dan bunyi vokal dari konsonan ditulis di sekitar hurrf konsonan tersebut, ada yang ditulis di bagian atas, di bagian bawah ataupun di bagian kanan atau kiri dari huruf konsonan tersebut.

Aksara Thai diciptakan dan digunakan mulai sekitar tahun 1283 pada masa kerajaan Ram Khamhaeng Yang Agung. Pada masa ini dapat dikatakan kerajaan Siam atau Sukhothai mulai berjaya di tanah Thailand. Pada masa kerajaan ini pula agama Budha Theravada dijadikan sebagai agama kenegaraan di Thailand.

Sejarah dan Rumpun Bahasa Thailand

Sejarah dan Rumpun Bahasa Thailand
Sejarah dan Rumpun Bahasa Thailand

Bahasa Thailand tidak begitu saja muncul dan kemudian digunakan oleh bangsa Thailand. Bahasa Thai memiliki sejarah kemunculan yang cukup panjang jika dilihat dari rumpun bahasanya. Rumpun bahasa ini adalah induk dari sebuah bahasa. Beberapa bahasa akan memiliki kemiripan dalam struktur bahasanya atau linguistik sehingga dimasukkan dalam satu kelompok rumpun.

Dalam satu rumpun ini kemudian disimpulkan bahwa beberapa bahasa yang berbeda tersebut memiliki induk yang sama. Rumpun bahasa ini bisa dibagi lagi menjadi beberapa rumpun bahasa yang lebih spesifik berdasarkan perbedaan dan kemiripan antar struktur bahasa tersebut.

Rumpun Bahasa Tai-Kadai

Rumpun bahasa ini merupakan rumpun terluas dari bahasa Thai. Rumpun bahasa Tai-Kadai seringkali disebut juga rumpun bahasa Kra-Dai, Kadai atau Daik. Rumpun bahasa ini meliputi bahasa yang tersebar di sekitar Tiongkok bagian selatan, India bagian timur laut dan wilayah Indochina termasuk Thailand.

Berdasarkan statistik ethnologue terdapat 95 bahasa yang termasuk ke dalam rumpun bahasa Tai-Kadai yang luas ini. Namun hanya ada dua bahasa yang secara resmi dijadikan bahasa nasional, yaitu bahasa Thai sebagai bahasa nasional Thailand dan bahasa Lao sebagai bahasa resmi negara Laos. Sedangkan bahasa lainnya hanya berupa bahasa daerah atau bahasa tradisional.

Rumpun bahasa Tai-Kadai terbagi lagi menjadi beberapa rumpun bahasa yang lebih spesifik, yaitu rumpun bahasa Kra dan Kam-Sui yang tersebar secara setempat di Tiongkok bagian selatan, rumpun bahasa Be dan Hlai yang tersebar di daerah Hongkong dan Macau. Dan Rumpun bahasa Tai yang paling luas tersebar.

Rumpun Bahasa Tai

Secara lebih spesifik bahasa Tai juga termasuk ke dalam rumpun bahasa Tai. Rumpun bahasa Tai merupakan cabang rumpun bahasa Tai-Kadai yang tersebar paling luas meliputi dataran Indochina, Myanmar bagian timur, India bagian timur laut, hingga perbatasan selatan Thailand dengan Malaysia. Bahkan bahasa Zhuang di wilayah Tiongkok selatan juga masih termasuk ke dalam rumpun bahasa ini.

Rumpun bahasa ini kemudian masih dibagi menjadi tiga jenis rumpun yang lebih spesifik berdasarkan struktur bahasa dan geografisnya yaitu rumpun bahasa Tai Utara, Tai Tengah dan Tai Barat Daya. Tai Barat Daya memiliki penyebaran yang sangat luas, sedangkan Tai Utara dan Tai tengah hanya tersebar sempit meliputi wilayah Tiongkok Selatan dan sisanya adalah Tai Barat Daya. Bahasa Thai dan bahasa Laos termasuk ke dalam rumpun bahasa Tai Barat Daya.

Kesimpulan

Bahasa Thailand (phasa Thai) merupakan bahasa nasional Thailand yang berperan penting sebagai alat pemersatu di tengah keragaman bahasa daerah. Dengan sistem nada yang khas, tata bahasa yang relatif sederhana, serta penggunaan sapaan sopan berdasarkan gender, bahasa Thai memiliki karakter unik yang membedakannya dari bahasa lain di Asia Tenggara.

Penyebarannya tidak hanya terbatas di Thailand, tetapi juga menjangkau wilayah negara tetangga karena kedekatan geografis dan budaya. Ditinjau dari sejarah dan rumpun bahasanya, bahasa Thai termasuk dalam rumpun Tai–Kadai, khususnya cabang Tai Barat Daya, yang menunjukkan keterkaitan erat dengan bahasa Laos.

Secara keseluruhan, bahasa Thailand bukan hanya sarana komunikasi, tetapi juga cerminan identitas, budaya, dan sejarah bangsa Thailand. Ketahui juga tentang belajar kosakata bahasa Jepang yang bisa kamu pelajari.