CPNS Kejaksaan: Syarat, Gaji, Tugas, dan Tahapan Seleksinya

CPNS Kejaksaan selalu menjadi salah satu formasi paling favorit dalam seleksi Calon Aparatur Sipil Negara setiap tahunnya. Pada seleksi CPNS Kejaksaan 2025, minat masyarakat kembali melonjak karena instansi ini menawarkan karier yang stabil, penghasilan kompetitif, serta peran strategis dalam penegakan hukum di Indonesia.

Tidak hanya diminati lulusan Sarjana Hukum, formasi CPNS Kejaksaan juga terbuka bagi lulusan SMA, D3, hingga S1 dari berbagai jurusan sesuai kebutuhan instansi.

Namun, di balik tingginya animo pendaftar, masih banyak calon pelamar yang belum memahami secara menyeluruh mengenai tugas dan tanggung jawab CPNS Kejaksaan, besaran gaji dan tunjangan, hingga syarat dan tahapan pendaftaran yang harus dipenuhi.

Oleh karena itu, penting bagi setiap calon peserta untuk membekali diri dengan informasi yang akurat sebelum mengikuti seleksi CPNS Kejaksaan 2025 agar peluang lolos semakin besar.

Berikut penjelasan lebih jauh tentang CPNS kejaksaan: syarat, gaji, tugas, dan tahapan seleksinya yang bisa kamu ketahui:

Apa Itu CPNS Kejaksaan?

Apa Itu CPNS Kejaksaan?

Kejaksaan Agung merupakan lembaga negara yang memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan negara di bidang penuntutan serta melaksanakan tugas-tugas kejaksaan lainnya. Lembaga ini dipimpin oleh Jaksa Agung dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Republik Indonesia. Secara struktural, Kejaksaan Agung berkedudukan di ibu kota negara dengan wilayah kerja yang mencakup seluruh Indonesia.

Dalam pelaksanaan tugasnya, Kejaksaan Republik Indonesia memiliki struktur kelembagaan yang tersebar hingga ke daerah. Pada tingkat provinsi terdapat Kejaksaan Tinggi (Kejati), sedangkan di tingkat kabupaten atau kota terdapat Kejaksaan Negeri (Kejari). Ketiga tingkatan tersebut merupakan satu kesatuan organisasi yang saling terhubung dan tidak dapat dipisahkan dalam sistem penegakan hukum nasional.

Jaksa adalah pejabat fungsional yang diberikan kewenangan oleh undang-undang untuk bertindak sebagai penuntut umum, melaksanakan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, serta menjalankan kewenangan lain sesuai peraturan perundang-undangan.

Ketentuan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia dan diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021, yang menegaskan bahwa jaksa merupakan aparatur sipil negara dengan tugas dan kewenangan khusus. Ketahui tentang CPNS Kemenkumham yang bisa kamu pelajari!

Tugas dan Tanggung Jawab CPNS Kejaksaan 2025

Tugas yang dijalankan oleh CPNS Kejaksaan 2025 sangat bergantung pada jabatan serta unit kerja yang dipilih saat pendaftaran. Setiap posisi memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing dalam mendukung kinerja Kejaksaan Republik Indonesia. Berikut beberapa contoh jabatan beserta tugas utamanya:

Jaksa

Bertugas menangani proses penuntutan perkara pidana, melakukan tindakan hukum sesuai kewenangan, serta melaksanakan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Jabatan ini umumnya diperuntukkan bagi lulusan Sarjana Hukum yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan khusus.

Pengolah Barang Bukti

Berperan dalam mengelola, menyimpan, serta mendokumentasikan barang bukti yang berkaitan dengan perkara hukum yang ditangani Kejaksaan agar tertata dan aman sesuai prosedur.

Pranata Barang Bukti

Memiliki tanggung jawab untuk mencatat, menginventarisasi, serta mengamankan barang bukti hasil sitaan maupun pelimpahan perkara dari aparat penegak hukum lainnya.

Staf Administrasi dan Pengolah Data Perkara

Menangani kegiatan administrasi, pengarsipan, pelaporan perkara, hingga penginputan data ke dalam sistem informasi hukum yang digunakan oleh Kejaksaan.

Selama berstatus sebagai CPNS, peserta akan menjalani masa percobaan kerja selama kurang lebih satu tahun. Apabila berhasil menyelesaikan pelatihan dasar serta lulus evaluasi kinerja, CPNS akan diangkat secara resmi menjadi PNS di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia.

Dengan jenjang karier yang jelas, penghasilan yang relatif stabil, serta peran strategis dalam penegakan hukum, CPNS Kejaksaan 2025 menjadi salah satu pilihan karier yang menjanjikan bagi masyarakat.

Gaji CPNS Kejaksaan Terbaru

Berdasarkan berbagai sumber yang dihimpun pada Jumat (12/1/2024), besaran gaji CPNS Kejaksaan mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019. Gaji pokok CPNS Kejaksaan dibedakan berdasarkan golongan sebagai berikut:

  1. Golongan I: Rp1.560.800 – Rp2.686.500
  2. Golongan II: Rp2.022.200 – Rp3.820.000
  3. Golongan III: Rp2.579.400 – Rp4.797.000
  4. Golongan IV: Rp3.044.300 – Rp5.901.200

Selain menerima gaji pokok, PNS di lingkungan Kejaksaan juga memperoleh tunjangan kinerja (tukin) yang besarannya diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2020. Adapun rincian tunjangan kinerja PNS Kejaksaan berdasarkan kelas jabatan adalah sebagai berikut:

  1. Kelas Jabatan I: Rp2.531.250
  2. Kelas Jabatan II: Rp2.708.250
  3. Kelas Jabatan III: Rp2.898.000
  4. Kelas Jabatan IV: Rp2.985.000
  5. Kelas Jabatan V: Rp3.134.250
  6. Kelas Jabatan VI: Rp3.510.400
  7. Kelas Jabatan VII: Rp3.915.950
  8. Kelas Jabatan VIII: Rp4.595.150
  9. Kelas Jabatan IX: Rp5.079.200
  10. Kelas Jabatan X: Rp5.979.200
  11. Kelas Jabatan XI: Rp8.757.600
  12. Kelas Jabatan XII: Rp9.896.000
  13. Kelas Jabatan XIII: Rp10.936.000
  14. Kelas Jabatan XIV: Rp17.064.000
  15. Kelas Jabatan XV: Rp19.280.000
  16. Kelas Jabatan XVI: Rp27.577.500
  17. Kelas Jabatan XVII: Rp33.240.000
  18. Kelas Jabatan XVII (Non-Grade): Rp38.226.000

Demikian gambaran mengenai kisaran gaji pokok dan tunjangan kinerja CPNS Kejaksaan. Besaran penghasilan yang diterima tentu akan menyesuaikan dengan golongan, jabatan, serta ketentuan peraturan yang berlaku. Ketahui tentang PPh 21 untuk menambah pengetahuanmu!

Apa Saja Tes CPNS Kejaksaan

Apa Saja Tes CPNS Kejaksaan

Seleksi CPNS Kejaksaan terdiri dari beberapa tahapan ujian yang wajib diikuti pelamar untuk menilai kemampuan dasar, kepribadian, hingga kompetensi bidang sesuai formasi yang dipilih.

Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)

Pelamar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi akan melanjutkan ke tahap Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Ujian ini dilaksanakan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) dan terdiri dari tiga komponen utama, yaitu:

Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)

Bagian ini bertujuan mengukur pemahaman peserta mengenai nilai-nilai kebangsaan, seperti Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia. Materi TWK mencakup sejarah nasional, nasionalisme, serta peran warga negara dalam pembangunan bangsa.

Tes Intelegensi Umum (TIU)

TIU menguji kemampuan berpikir peserta, meliputi kemampuan verbal, numerik, dan penalaran logis. Tes ini dirancang untuk menilai kapasitas intelektual dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara tepat.

Tes Karakteristik Pribadi (TKP)

Pada bagian ini, peserta akan dinilai dari aspek kepribadian dan sikap kerja, seperti integritas, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, pelayanan publik, serta profesionalisme dalam menghadapi berbagai situasi kerja.

Agar dapat meraih hasil maksimal pada SKD, pelamar disarankan melakukan persiapan sejak dini dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar yang tersedia. Ketahui formasi apa saja yang akan dibuka di CPNS 2026 untuk menambah referensimu!

Tips Lolos SKD CPNS Kejaksaan:

  • Rutin mengerjakan latihan soal untuk membiasakan diri dengan tipe dan pola soal SKD.
  • Mengatur waktu dengan baik saat ujian berlangsung, hindari terlalu lama mengerjakan satu soal.
  • Memahami materi secara menyeluruh, terutama untuk TWK dan TIU, dengan belajar dari berbagai referensi.
  • Mengikuti simulasi CAT agar lebih siap menghadapi sistem ujian berbasis komputer.

Tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)

Peserta yang berhasil melewati SKD akan melanjutkan ke tahap Tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Pada tahap ini, materi ujian disesuaikan dengan jabatan yang dilamar dan lebih menitikberatkan pada kompetensi teknis sesuai bidang tugas di lingkungan Kejaksaan.

Secara umum, komponen SKB CPNS Kejaksaan dapat meliputi:

Ujian tertulis bidang hukum

Mengukur pemahaman peserta terhadap hukum pidana, hukum perdata, hukum administrasi negara, serta hukum acara yang relevan dengan tugas kejaksaan.

Tes wawancara

Bertujuan menilai kemampuan komunikasi, pemahaman tentang tugas dan fungsi Kejaksaan, serta sikap dan etika profesional sebagai aparatur penegak hukum.

Tes praktik (jika diperlukan)

Digunakan untuk menguji kemampuan teknis, seperti penyusunan dokumen hukum, analisis perkara, atau pembuatan laporan sesuai kebutuhan jabatan.

Agar lebih siap menghadapi SKB, pelamar perlu mempersiapkan diri secara matang sesuai bidang yang dilamar. Ketahui tentang tes psikotes untuk menambah referensi latihanmu!

Tips Sukses Menghadapi SKB:

  • Pelajari materi hukum yang relevan dengan jabatan di Kejaksaan melalui buku, jurnal, dan sumber tepercaya.
  • Berlatih wawancara untuk meningkatkan kepercayaan diri serta kemampuan menjelaskan pemahaman tentang peran kejaksaan.
  • Melakukan simulasi tes praktik, khususnya bagi pelamar jabatan teknis, agar terbiasa dengan tugas yang akan diujikan.

Syarat CPNS Kejaksaan yang Wajib Dipenuhi

Syarat CPNS Kejaksaan yang Wajib Dipenuhi

Sebelum mengikuti proses pendaftaran CPNS Kejaksaan, setiap pelamar perlu memahami dan memenuhi sejumlah ketentuan yang telah ditetapkan. Persyaratan ini mengacu pada Pengumuman Nomor: Peng-11/C/Cp.2/08/2024 dan terbagi menjadi persyaratan umum serta persyaratan khusus. Berikut penjelasannya.

Syarat Umum CPNS Kejaksaan

Ketentuan berikut berlaku untuk seluruh pelamar CPNS Kejaksaan, tanpa terkecuali jabatan yang dipilih:

  1. Merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Berusia paling rendah 18 tahun dan tidak melebihi batas usia maksimal sesuai ketentuan jabatan yang dilamar.
  3. Tidak pernah dijatuhi hukuman pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dengan ancaman 2 tahun atau lebih.
  4. Tidak pernah diberhentikan secara tidak hormat, baik sebagai PNS, PPPK, prajurit TNI, anggota Polri, maupun pegawai BUMN atau BUMD.
  5. Tidak sedang berstatus sebagai calon PNS, PNS, calon PPPK, PPPK, prajurit TNI, atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.
  6. Tidak menjadi anggota maupun pengurus partai politik serta tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis.
  7. Memiliki kualifikasi pendidikan yang sesuai dengan formasi jabatan yang dilamar.
  8. Sehat secara jasmani dan rohani sesuai persyaratan jabatan.
  9. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau lokasi lain sesuai ketentuan instansi.
  10. Tidak terlibat dalam organisasi kemasyarakatan yang dinyatakan terlarang oleh pemerintah.

Syarat Khusus CPNS Kejaksaan

Selain persyaratan umum, terdapat ketentuan khusus yang harus dipenuhi oleh pelamar jabatan Jaksa, yaitu:

  1. Berusia paling tinggi 27 tahun pada saat melakukan pendaftaran melalui portal SSCASN BKN.
  2. Belum pernah menikah dan bersedia untuk tidak menikah sampai diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil.
  3. Tidak memiliki buta warna, baik parsial maupun total, tidak memiliki cacat fisik atau mental, tidak bertato, serta tidak bertindik bagi pelamar laki-laki.
  4. Memiliki postur tubuh proporsional dengan indeks massa tubuh (BMI) antara 18,5–25 serta tinggi badan minimal 160 cm untuk laki-laki dan 155 cm untuk perempuan.
  5. Memiliki kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan dengan nilai TOEFL minimal 450 atau IELTS minimal 5.
  6. Lulusan Strata 1 (S1) dari program studi Hukum atau Ilmu Hukum.
  7. Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.
  8. Berasal dari perguruan tinggi negeri atau swasta dengan akreditasi institusi minimal B (Baik Sekali) serta program studi Hukum/Ilmu Hukum terakreditasi minimal B pada saat kelulusan.
  9. Lulusan perguruan tinggi luar negeri wajib memiliki ijazah yang telah disetarakan oleh kementerian yang membidangi pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi.

Cara Daftar CPNS Kejaksaan

Berdasarkan Pengumuman Nomor: Peng-11/C/Cp.2/08/2024 serta informasi resmi dari situs Kejaksaan Agung, proses pendaftaran CPNS Kejaksaan dilakukan secara online melalui portal SSCASN. Agar tidak keliru, simak tahapan pendaftarannya berikut ini.

  1. Lakukan pendaftaran secara daring melalui laman sscasn.bkn.go.id dengan menggunakan NIK pada KTP dan NIK Kartu Keluarga untuk membuat akun baru.
  2. Setelah seluruh data pada formulir terisi dengan benar, klik tombol Daftar untuk melanjutkan proses registrasi.
  3. Cetak kartu informasi akun SSCASN sebagai bukti bahwa proses pembuatan akun telah berhasil dilakukan.
  4. Masuk kembali ke portal SSCASN menggunakan NIK dan kata sandi yang telah didaftarkan sebelumnya.
  5. Pilih instansi Kejaksaan serta formasi jabatan yang sesuai. Perlu diingat, setiap pelamar hanya diperbolehkan memilih satu jabatan dalam satu formasi, baik Formasi Umum maupun Formasi Khusus, sesuai kualifikasi pendidikan.
  6. Saat mengisi biodata, tentukan alamat sesuai KTP atau domisili saat ini karena data tersebut akan digunakan untuk penentuan lokasi ujian SKD dan SKB.
  7. Unggah seluruh dokumen persyaratan sesuai jenjang pendidikan, mulai dari SMA/SLTA, D3, D4, S1, hingga S2. Pastikan format dan ukuran file telah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
  8. Setelah seluruh tahapan selesai, cetak kartu pendaftaran SSCASN sebagai arsip pribadi.
  9. Lakukan proses pemberkasan sesuai persyaratan instansi Kejaksaan, serta siapkan salinan kartu pendaftaran untuk keperluan verifikasi.
  10. Dokumen yang diunggah akan diperiksa oleh tim verifikator. Jika dinyatakan lolos seleksi administrasi, pelamar dapat mencetak kartu ujian CPNS untuk mengikuti tahapan seleksi berikutnya.

Dengan memahami alur dan memenuhi seluruh persyaratan pendaftaran CPNS Kejaksaan, peluang untuk lolos ke tahap seleksi selanjutnya tentu semakin terbuka. Pastikan juga untuk mempersiapkan diri dengan baik serta selalu mengikuti informasi terbaru seputar seleksi CPNS. Pelajari bagaimana cara membuat NPWP untuk menambah pengetahuanmu!

Kesimpulan

CPNS Kejaksaan 2025 menjadi salah satu formasi paling diminati karena menawarkan prospek karier yang stabil, penghasilan yang kompetitif, serta peran strategis dalam sistem penegakan hukum di Indonesia. Dengan struktur organisasi yang menjangkau tingkat pusat hingga daerah, Kejaksaan membuka peluang luas bagi lulusan berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMA hingga sarjana, khususnya di bidang hukum.

Sebagai aparatur sipil negara, CPNS Kejaksaan tidak hanya memperoleh gaji pokok dan tunjangan kinerja yang menarik, tetapi juga memikul tanggung jawab penting sesuai jabatan masing-masing, mulai dari penuntutan perkara, pengelolaan barang bukti, hingga dukungan administrasi hukum. Seluruh peran tersebut berkontribusi langsung terhadap terciptanya keadilan dan kepastian hukum di masyarakat.

Meski demikian, tingginya jumlah peminat membuat proses seleksi CPNS Kejaksaan semakin kompetitif. Oleh karena itu, calon pelamar perlu memahami secara menyeluruh persyaratan, tahapan seleksi, serta kesiapan mental dan kompetensi yang dibutuhkan. Ketahui lebih jauh tentang apa itu CPNS untuk menambah pengetahuanmu!

Dengan persiapan yang matang, strategi belajar yang tepat, serta komitmen terhadap nilai integritas dan profesionalisme, CPNS Kejaksaan 2025 dapat menjadi pintu masuk menuju karier yang tidak hanya menjanjikan secara finansial, tetapi juga bernilai pengabdian bagi bangsa dan negara.