Investasi berbasis syariah kini semakin berkembang dan mendapat tempat di tengah masyarakat. Salah satu produk yang banyak diminati adalah reksa dana syariah, yaitu instrumen investasi yang dikelola secara profesional dengan tetap berlandaskan prinsip-prinsip Islam.
Tingginya minat tersebut tercermin dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap investasi halal serta hadirnya berbagai produk reksa dana syariah yang menawarkan potensi keuntungan sekaligus ketenangan karena sesuai dengan ketentuan syariat. Berikut penjelasan lebih tentang reksadana syariah: pengertian, manfaat, cara kerja dan memulainya yang bisa kamu pelajari:
Pengertian Reksadana Syariah
Reksadana syariah adalah jenis investasi menggunakan prinsip shabib al-mal dimana dana yang dihimpun berasal dari masyarakat. Dana yang terhimpun kemudian diinvestasikan oleh manajer investasi dalam sebuah portofolio efek. Manajer tersebut merupakan wakil shabib al-mal yang bekerja berdasarkan prinsip islami dan di bawah pengawasan Dana Efek Syariah (DES).
Berdasarkan informasi dari situs Otoritas Jasa Keuangan (OJK), reksa dana syariah merupakan instrumen investasi yang menghimpun dana dari masyarakat untuk kemudian diinvestasikan ke berbagai produk keuangan yang sesuai dengan prinsip syariat Islam.
Dana yang terkumpul tersebut dikelola oleh Manajer Investasi yang bertugas memastikan seluruh aktivitas investasi berjalan sesuai ketentuan syariah, serta terhindar dari unsur riba, gharar, dan maysir. Adapun instrumen yang digunakan dalam reksa dana syariah umumnya mencakup saham, sukuk atau obligasi syariah, serta instrumen pasar uang yang telah dinyatakan memenuhi kriteria syariah.
Perbedaan Reksadana Syariah dan Reksadana Konvensional
1. Investasi di Bidang yang Halal
Ketentuan yang dimaksud adalah mengadakan investasi yang halal dalam agama Islam. Dalam hal ini, dana reksadana syariah tidak boleh diikutsertakan dalam institusi yang mengusahakan sesuatu yang diharamkan. Diantaranya adalah produsen alkohol, produsen daging babi, prostitusi, kemaksiatan, dan lain-lain.
Bagi seseorang yang sempat ragu untuk berinvestasi, reksadana syariah ini bisa menjadi pilihan yang tepat. Reksadana jenis ini relatif terbuka mengenai dengan pihak mana yang diajak bekerja sama. Salah satu syarat yang harus terpenuhi adalah dengan mengedepankan prinsip syariah.
2. Portofolio Tidak Bertentangan dengan Syariat
Portofolio dalam reksadana syariah yang bertentangan dengan syariat Islam juga dilarang. Di antaranya adalah jual-beli barang palsu, transaksi riba, dan transaksi penipuan. Dengan demikian, reksadana jenis ini hanya bisa digunakan pada jenis dana atau instrumen yang sesuai dengan prinsip syariah.
3. Menggunakan Akad Syariah
Reksadana syariah tentunya menggunakan akad syariah dalam praktiknya. Akad ini meliputi akad sewa menyewa (ijarah), akad kerja sama (musyarokah), dan akad bagi hasil (mudharabah). Ketiganya harus dimasukkan dalam mekanisme kegiatan reksadana syariah.
Manfaat Reksadana Syariah
Karena termasuk pada instrumen investasi, reksadana syariah dapat dimanfaatkan untuk investasi dengan memanfaatkan capital gain. Selain itu, reksadana syariah memiliki manfaat seperti:
1. Investasi Sesuai Prinsip Syariah
Reksa dana syariah dijalankan berdasarkan prinsip-prinsip syariah Islam. Seluruh instrumen investasi yang digunakan telah dipastikan bebas dari unsur riba (bunga), gharar (ketidakjelasan), dan maysir (perjudian). Dengan demikian, investor dapat berinvestasi dengan rasa aman karena pengelolaan dana dilakukan secara etis dan sesuai dengan ketentuan syariah.
2. Diversifikasi Portofolio yang Aman dan Berkelanjutan
Melalui reksa dana syariah, dana investor ditempatkan pada berbagai instrumen keuangan yang telah melewati proses seleksi ketat. Diversifikasi ini berfungsi untuk menekan risiko karena dana tidak hanya terfokus pada satu jenis aset, sekaligus menjaga portofolio investasi tetap stabil dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
3. Potensi Imbal Hasil yang Seimbang dengan Risiko
Reksa dana syariah menawarkan peluang keuntungan yang sebanding dengan tingkat risiko yang dikelola secara profesional. Manajer Investasi akan melakukan analisis pasar secara menyeluruh untuk memilih instrumen yang berpotensi memberikan hasil optimal, tanpa mengesampingkan kepatuhan terhadap prinsip syariah.
4. Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan
Dengan memilih reksa dana syariah, investor turut berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan. Dana investasi disalurkan ke perusahaan dan proyek yang menjalankan usaha sesuai prinsip syariah, sehingga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja serta pembangunan ekonomi yang lebih sehat.
Bagaimana Cara Kerja Reksa Dana Syariah?
Pada dasarnya, mekanisme kerja reksa dana syariah tidak jauh berbeda dengan reksa dana konvensional. Investor menempatkan dana, kemudian dana tersebut dikelola oleh Manajer Investasi untuk dikembangkan. Perbedaannya terletak pada proses dan prinsip yang digunakan, di mana seluruh aktivitas investasi wajib mengikuti ketentuan syariat Islam.
Berikut tahapan cara kerja reksa dana syariah:
1. Penyaringan Emiten (Screening Syariah)
Instrumen investasi yang masuk ke dalam portofolio reksa dana syariah telah melalui proses penyaringan berdasarkan prinsip syariah. Saham maupun obligasi yang dipilih harus tercantum dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara berkala, yakni dua kali dalam setahun.
2. Pengawasan oleh Dewan Pengawas Syariah
Setiap produk reksa dana syariah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). Tugas DPS adalah memastikan seluruh kegiatan investasi, mulai dari pemilihan instrumen hingga pengelolaan dana, benar-benar sesuai dengan prinsip-prinsip Islam dan terbebas dari unsur yang dilarang.
3. Penggunaan Akad Sesuai Syariah
Dalam operasionalnya, reksa dana syariah menggunakan akad yang diperbolehkan dalam Islam, seperti akad mudharabah (bagi hasil) dan wakalah (pemberian kuasa). Akad ini menjadi dasar hubungan antara investor, Manajer Investasi, dan pihak terkait lainnya, sehingga transaksi berjalan secara adil, transparan, dan sesuai syariat.
Keuntungan Menggunakan Reksadana Syariah
Sama halnya seperti reksadana konvensional, reksadana syariah tentunya juga memberikan keuntungan bagi penggunanya. Meski memiliki beberapa perbedaan, tak lantas membuat reksadana syariah tidak memiliki mekanisme yang menguntungkan. Tidak hanya keuntungan materi, namun beberapa hal lainnya terkait hukum syariah. Berikut beberapa di antaranya:
1. Dijamin Halal
Sesuai dengan namanya, tentu saja jenis investasi ini bersifat halal. Reksadana syariah telah tercantum dalam DES secara resmi. Dengan demikian, masyarakat awam tidak perlu menghawatirkan statusnya di lembaga yang menganut asas syariah.
Seperti yang telah disebutkan di atas, reksadana syariah tidak akan bekerja sama dengan perusahaan yang bertentangan dengan sesuatu yang non halal. Jika terdapat unsur pendapatan demikian, reksadana tersebut akan menggunakan sistem cleansing mesin.
Proses cleansing ini diartikan sebagai penyisihan pendapatan non halal ke lembaga amal. Hal ini dapat ditemukan pada portofilo yang sekiranya melenceng dari ketentuan syariah. Setelah itu, manajer investasi akan mengevaluasi portofolio reksadana agar selalu dalam jalur syariah.
2. Terdapat Banyak Produk
Reksadana syariah juga memiliki banyak produk, sama halnya dengan reksadana konvensional. Per November 2019, disebutkan bahwa reksadana jenis ini memiliki 251 produk syariah. Namun, terdapat empat jenis produk reksadana ini yang paling diminati masyarakat.
Di antaranya adalah reksadana pendapatan tetap syariah, reksadana pasar uang, reksadana saham, dan reksadana campuran. Seluruh jenis produk investasi tersebut bersifat syariah sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, jenis investasi ini tidak kalah dengan jangka waktu dan profil risiko investasi.
3. Bisa Mulai dengan Nominal Kecil
Reksadana syariah juga memiliki nominal awal yang sangat terjangkau, hal ini tidak jauh berbeda dengan reksadana konvensional. Dengan demikian, masyarakat yang ingin berinvestasi tidak perlu khawatir harus memulainya dengan modal besar. Bahkan saat ini beberapa produk reksadana syariah bisa dimulai dengan nominal Rp10.000.
4. Potensi Pasar Keuangreksadana syariah pasar uang terbaikan Syariah
Seperti yang telah diketahui, pasar keuangan syariah memang sedang berkembang pesat. Dengan demikian, berinvestasi di reksadana syariah berpotensi mendapat keuntungan yang besar. Hal ini senada dengan data yang dikemukakan OJK bahwa kapitalisasi pasar modal syariah sudah mencapai 53,18 persen.
Data tersebut diambil berdasarkan total perusahaan yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Terlebih jumlah reksadana ini sudah mencapai 251 produk dengan nilai kelola Rp50,8 triliun.
Berdasarkan ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa reksadana syariah juga menguntungkan. Dengan berkembangnya investasi berbasis syariah, rasanya sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak memulai investasi. Selain itu, jenis investasi dengan prinsip syariah juga tak kalah menguntungkan dengan reksadana konvensional.
Cara Memulai Investasi Reksa Dana Syariah
Bagi pemula, memulai investasi reksa dana syariah sebenarnya cukup mudah. Namun, agar hasilnya optimal dan sesuai tujuan keuangan, ada beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan berikut ini:
1. Tentukan Tujuan Keuangan dan Profil Risiko
Langkah pertama adalah menetapkan tujuan investasi, apakah untuk dana darurat, pendidikan anak, ibadah haji, atau persiapan pensiun. Selain itu, kenali juga profil risiko Anda—apakah termasuk konservatif, moderat, atau agresif—agar dapat memilih produk yang sesuai.
2. Pilih Platform atau Aplikasi Investasi Terpercaya
Gunakan platform investasi yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Saat ini, banyak aplikasi investasi di Indonesia yang menyediakan pilihan reksa dana syariah dengan proses transaksi yang praktis dan aman.
3. Pilih Produk Reksa Dana Syariah yang Tepat
Bandingkan beberapa produk reksa dana syariah berdasarkan kinerja historis, reputasi Manajer Investasi, serta biaya pengelolaan atau management fee. Pilih produk yang konsisten dan sesuai dengan tujuan investasi Anda.
4. Pelajari Prospektus dan Fund Fact Sheet
Sebelum membeli, pastikan Anda membaca prospektus dan fund fact sheet dengan cermat. Dokumen ini berisi informasi penting terkait strategi investasi, komposisi aset, potensi imbal hasil, serta risiko yang mungkin terjadi.
5. Lakukan Pembelian Reksa Dana
Setelah yakin dengan pilihan produk, Anda dapat langsung melakukan pembelian melalui aplikasi atau agen penjual resmi. Beberapa reksa dana syariah bahkan bisa dibeli dengan modal awal yang relatif terjangkau.
6. Pantau Perkembangan Investasi Secara Berkala
Lakukan pemantauan terhadap nilai aktiva bersih (NAB) per unit dan kinerja portofolio secara rutin. Namun, hindari terlalu sering melakukan pencairan dana agar investasi dapat berkembang secara optimal dalam jangka panjang.
Reksadana Syariah Pasar Uang Terbaik
| No | Nama Produk | Kategori | Imbal Hasil 1 Tahun | AUM / Skor Barometer | Keunggulan Utama |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Trimegah Dana Tetap Syariah Kelas A | Pendapatan Tetap Syariah | ± 8,8% | Rp2.293 miliar / Skor 5 | Imbal hasil tertinggi dengan fokus pada sukuk korporasi dan sukuk negara |
| 2 | STAR Stable Amanah Sukuk | Pendapatan Tetap Syariah | ± 8,0% | Rp689 miliar / Skor 4 | Likuiditas baik dengan portofolio sukuk berisiko moderat |
| 3 | Capital Sharia Money Market | Pasar Uang Syariah | ± 5,6% | Rp47 miliar / Skor 4 | Cocok untuk investor konservatif yang mengutamakan likuiditas |
| 4 | Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia | Pasar Uang Syariah | ± 5,35% | Rp1.034 miliar / Skor 4 | Stabil dengan nilai aset kelolaan (AUM) yang besar |
| 5 | Capital Sharia Fixed Income | Pendapatan Tetap Syariah | ± 6,9% | – | Menawarkan return kompetitif pada instrumen sukuk dengan risiko terukur |
Kesimpulan
Reksa dana syariah merupakan instrumen investasi yang semakin diminati karena menawarkan peluang keuntungan sekaligus tetap berpegang pada prinsip-prinsip syariat Islam. Seluruh proses pengelolaan dana dilakukan secara transparan, bebas dari unsur riba, gharar, dan maysir, serta diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah dan mengacu pada Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan OJK. Pelajari lebih banyak tentang pasar modal untuk menambah pengetahuanmu!
Dibandingkan dengan reksa dana konvensional, reksa dana syariah memiliki keunggulan dalam aspek kehalalan instrumen, penggunaan akad syariah, serta penyaluran dana ke sektor usaha yang etis dan berkelanjutan. Selain itu, manfaat seperti diversifikasi portofolio, potensi imbal hasil yang seimbang dengan risiko, serta kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang adil menjadikan reksa dana syariah sebagai pilihan investasi yang aman dan bernilai jangka panjang.
Dengan pilihan produk yang beragam, modal awal yang terjangkau, serta mekanisme investasi yang relatif mudah dipahami, reksa dana syariah cocok bagi investor pemula maupun berpengalaman. Melalui perencanaan yang matang, pemilihan produk yang tepat, dan pemantauan berkala, investasi reksa dana syariah dapat menjadi sarana efektif untuk mencapai tujuan keuangan sekaligus memperoleh ketenangan karena dijalankan sesuai dengan nilai-nilai Islam.