Dalam kegiatan ekonomi sehari-hari, proses jual beli tidak terlepas dari adanya permintaan dan penawaran. Kedua konsep ini menggambarkan hubungan antara konsumen sebagai pihak yang membutuhkan barang atau jasa dan produsen sebagai pihak yang menyediakannya.
Perubahan permintaan dan penawaran terjadi setiap waktu dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti harga, pendapatan, serta kondisi pasar.
Berikut penjelasan tentang permintaan dan penawaran: pengertian, hukum, faktor, contohnya yang bisa kamu ketahui:
Pengertian Permintaan dan Penawaran
Permintaan merupakan sebuah keinginan dari seseorang atau konsumen terhadap suatu produk. Permintaan merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang umum dan selalu terjadi setiap waktu.
Permintaan dibedakan menjadi dua, yaitu permintaan absolut dan permintaan efektif. Permintaan absolut adalah permintaan produk secara umum yang terjadi, baik itu disertai dengan kemampuan membeli atau tidak. Sementara itu, permintaan efektif adalah permintaan suatu produk yang diiringi dengan kemampuan membeli.
1. Pengertian Permintaan
Permintaan adalah jumlah barang yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen pada tingkat harga dan periode waktu tertentu. Dalam ilmu ekonomi, permintaan dilambangkan dengan huruf D (demand). Berdasarkan hukum permintaan, ketika harga suatu barang meningkat, jumlah barang yang diminta cenderung menurun, dan sebaliknya, dengan asumsi faktor lain tetap atau ceteris paribus. Pelajari apa itu harga keseimbangan untuk menambah pengetahuanmu!
Permintaan tidak muncul begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut meliputi harga barang itu sendiri, pendapatan konsumen, selera masyarakat, harga barang lain yang berkaitan, jumlah penduduk, serta perkiraan atau ekspektasi terhadap kondisi di masa mendatang.
Berdasarkan kemampuan daya belinya, permintaan dapat dibedakan menjadi tiga jenis. Permintaan efektif adalah permintaan yang disertai dengan kemampuan membeli dan telah diwujudkan dalam tindakan pembelian. Permintaan potensial merupakan permintaan yang disertai daya beli dan kemampuan membeli, namun belum direalisasikan dalam bentuk pembelian. Sementara itu, permintaan absolut adalah permintaan yang hanya berupa keinginan tanpa didukung oleh kemampuan atau daya beli.
Secara grafis, permintaan digambarkan melalui kurva permintaan yang bergerak dari kiri atas ke kanan bawah atau memiliki kemiringan negatif. Kurva ini tersusun atas sumbu vertikal yang menunjukkan harga (P), sumbu horizontal yang menunjukkan jumlah barang (Q), serta garis permintaan yang menghubungkan titik pertemuan antara harga dan jumlah barang yang diminta.
2. Pengertian Penawaran
Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang bersedia ditawarkan oleh produsen pada tingkat harga dan waktu tertentu. Dalam ekonomi, penawaran dilambangkan dengan huruf S (supply). Berdasarkan hukum penawaran, apabila harga suatu barang meningkat, maka jumlah barang yang ditawarkan juga cenderung meningkat, dengan asumsi faktor lain tetap (ceteris paribus).
Penawaran dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain harga barang itu sendiri dan harga barang lain yang berkaitan. Selain itu, faktor lain seperti biaya produksi, tingkat teknologi, tujuan perusahaan, serta selera masyarakat juga turut memengaruhi besar kecilnya penawaran.
Dalam bentuk grafik, penawaran digambarkan melalui kurva penawaran yang bergerak dari kiri bawah ke kanan atas atau memiliki kemiringan positif. Unsur-unsur penyusun kurva penawaran meliputi sumbu vertikal sebagai harga (P), sumbu horizontal sebagai jumlah barang (Q), serta garis penawaran yang menunjukkan hubungan antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan.
Faktor yang Memengaruhi Permintaan dan Penawaran
Secara umum, permintaan dan penawaran di pasar dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi. Faktor-faktor tersebut menentukan besar kecilnya jumlah barang atau jasa yang diminta maupun ditawarkan.
1. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Permintaan
Beberapa faktor utama yang memengaruhi tingkat penawaran suatu barang atau jasa antara lain sebagai berikut:
- Harga barang sangat memengaruhi jumlah penawaran. Ketika harga naik, produsen cenderung menambah penawaran, sedangkan saat harga turun, jumlah barang yang ditawarkan ikut berkurang.
- Harga barang pengganti juga berperan penting. Jika harga barang pengganti meningkat, produsen akan memperbesar penawaran barang yang dihasilkannya.
- Biaya produksi menentukan kemampuan produsen dalam memproduksi barang. Biaya yang meningkat akan menekan penawaran, sementara biaya yang lebih rendah mendorong peningkatan produksi.
- Kemajuan teknologi membuat proses produksi lebih efisien sehingga jumlah barang atau jasa yang ditawarkan dapat meningkat.
- Pajak yang tinggi menambah beban biaya produksi, sehingga produsen cenderung mengurangi jumlah penawaran.
- Perkiraan harga di masa depan memengaruhi keputusan produsen. Jika harga diprediksi naik, produsen dapat menahan penawaran saat ini.
- Jumlah produsen di pasar juga menentukan besar kecilnya penawaran. Semakin banyak produsen, semakin besar jumlah barang yang ditawarkan.
2. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penawaran
Penawaran suatu barang atau jasa tidak terjadi begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Berikut beberapa faktor utama yang memengaruhi tingkat penawaran di pasar:
- Ketersediaan barang menentukan besar kecilnya jumlah penawaran.
- Jumlah produsen yang banyak akan meningkatkan penawaran di pasar.
- Harga barang atau jasa yang tinggi mendorong produsen menambah penawaran.
- Barang pengganti memengaruhi penawaran saat harga naik atau stok terbatas.
- Biaya produksi yang tinggi dapat menurunkan jumlah barang yang ditawarkan.
- Waktu produksi menentukan kesiapan barang untuk dipasarkan.
- Perkembangan teknologi meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi.
- Kebijakan pajak yang tinggi dapat mengurangi jumlah penawaran.
Fungsi Permintaan dan Penawaran
Fungsi penawaran (supply) merupakan hubungan antara jumlah barang atau jasa yang ditawarkan dengan tingkat harganya. Penawaran sendiri dapat diartikan sebagai jumlah barang atau jasa yang disediakan produsen untuk dijual kepada konsumen.
Berdasarkan hukum penawaran, kenaikan harga akan mendorong produsen untuk meningkatkan jumlah barang yang ditawarkan, sedangkan penurunan harga menyebabkan jumlah penawaran ikut berkurang.
Sementara itu, fungsi permintaan (demand) menunjukkan hubungan antara harga dengan jumlah barang yang diminta oleh konsumen. Hubungan ini bersifat berbanding terbalik, di mana perubahan harga akan memengaruhi besar kecilnya permintaan.
Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen pada tingkat harga dan waktu tertentu. Permintaan hanya terjadi apabila konsumen memiliki keinginan sekaligus kemampuan untuk melakukan pembelian.
Sesuai dengan hukum permintaan, perubahan harga menjadi faktor utama yang menentukan naik atau turunnya jumlah permintaan.
Kurva Permintaan dan Penawaran
Pada ilmu ekonomi, permintaan dan penawaran dapat digambarkan menggunakan kurva. Kurva permintaan merupakan penggambaran dari pernyataan bahwa sebuah permintaan terhadap suatu barang akan meningkat apabila harganya turun. Kurva permintaan memiliki kemiringan atau slope negatif yang menunjukkan gambar menurun dari kiri atas ke kanan bawah.
Hal tersebut menggambarkan bahwa hubungan yang terjadi antara permintaan dengan harga yaitu berbanding terbalik. Namun, kurva permintaan juga bisa mengalami pergerakan atau perubahan. Perubahan pada kurva permintaan bisa terjadi akibat ada perubahan faktor selain faktor harga. Faktor lain yang bisa mempengaruhi yaitu selera pasar atau pendapatan konsumen.
Ketika terjadi perubahan pada faktor ceteris paribus maka kurva permintaan akan mengalami pergeseran. Misalnya, pendapatan meningkat maka kurva permintaan akan bergeser sejajar ke kanan. Jika pendapatan konsumen menurun maka kurva permintaan akan bergeser sejajar ke kiri.
Berikut merupakan tabel hubungan faktor yang mempengaruhi permintaan dengan perubahan pada kurva permintaan, yaitu:
| Faktor yang Mempengaruhi Permintaan | Perubahan Pada Kurva Permintaan Ketika | ||
| Naik | Turun | ||
| Harga | Barang itu sendiri | Bergerak dari bagian kanan bawah ke kiri atas | Bergerak dari bagian kiri atas ke kanan bawah |
| Barang subsidi | Bergeser ke kanan | Bergeser ke kiri | |
| Barang pelengkap | Bergeser ke kiri | Bergeser ke kanan | |
| Pendapatan | Bergeser ke kanan | Bergeser ke kiri | |
| Jumlah populasi penduduk | Bergeser ke kanan | Bergeser keĀ kiri | |
| Selera | Bergeser ke kanan | Bergeser ke kiri | |
| Prediksi konsumen terhadap harga barang itu sendiri | Bergeser ke kanan | Bergeser ke kiri | |
Kurva penawaran merupakan kebalikan dari kurva permintaan. Apabila harga suatu barang naik maka barang yang ditawarkan juga akan naik. Kurva penawaran memiliki kemiringan atau slope positif. Kemiringan yang terjadi pada kurva permintaan akan berjalan naik dari pojok bawah kiri ke pojok kanan atas.
Kurva penawaran juga dapat mengalami pergeseran seperti kurva permintaan. Faktor yang membuat kurva bergeser yaitu perubahan harga barang itu sendiri serta ceteris paribus. Faktor lain yang dapat mempengaruhi pergeseran kurva penawaran, seperti teknologi dan biaya produksi. Apabila faktor lain mengalami perubahan maka kurva penawaran akan mengalami pergeseran atau shifting.
Ketika ditemukan sebuah teknologi baru yang membuat produksi berjalan lebih efisien (teknologi meningkat) maka kurva penawaran akan bergeser sejajar ke kanan. Sebaliknya, apabila teknologi menurun maka kurva penawaran akan bergeser sejajar ke kiri. Berikut merupakan tabel hubungan antara faktor yang mempengaruhi penawaran dengan perubahan pada kurva penawaran, yaitu:
| Faktor yang Mempengaruhi Penawaran | Perubahan Pada Kurva Penawaran Ketika | ||
| Naik | Turun | ||
| Harga | Barang itu sendiri | Bergerak dari kiri bawah ke kanan atas | Bergerak dari kanan atas ke kiri bawah |
| Barang terkait | Bergeser ke kiri | Bergeser ke kanan | |
| Biaya produksi | Bergeser ke kiri | Bergeser ke kanan | |
| Teknologi | Bergeser ke kanan | Bergeser ke kiri | |
| Jumlah Produsen | Bergeser ke kanan | Bergeser ke kiri | |
| Kebijakan Pemerintah | Pajak | Bergeser ke kiri | Bergeser ke kanan |
| Subsidi | Bergeser ke kanan | Bergeser ke kiri | |
| Prediksi konsumen terhadap harga barang itu sendiri | Bergeser ke kiri | Bergeser ke kanan | |
Bunyi Hukum Permintaan dan Penawaran
Bunyi Hukum Permintaan
Hukum permintaan menyatakan bahwa semakin tinggi harga suatu barang atau jasa, semakin sedikit jumlah yang diminta oleh konsumen. Sebaliknya, ketika harga menurun, permintaan cenderung meningkat.
Hal ini terjadi karena kenaikan harga membuat biaya yang harus dikeluarkan konsumen semakin besar. Akibatnya, konsumen akan mengurangi pembelian atau beralih ke produk lain yang sejenis sebagai alternatif.
Bunyi Hukum Penawaran
Hukum penawaran menyebutkan bahwa semakin tinggi harga suatu barang atau jasa, semakin besar jumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh produsen. Sebaliknya, jika harga turun, jumlah penawaran juga akan berkurang.
Alasan utamanya adalah tujuan produsen untuk memperoleh keuntungan. Ketika harga naik, produsen terdorong untuk meningkatkan produksi agar keuntungan yang diperoleh semakin besar. Namun, jika harga menurun, produsen akan mengurangi jumlah barang yang ditawarkan ke pasar.
Contoh Hukum Permintaan dan Penawaran
Setelah memahami pengertian permintaan dan penawaran, berikut beberapa contoh penerapan hukum permintaan dan penawaran dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh Hukum Permintaan
Permintaan Barang Konsumsi
Ketika harga apel turun dari Rp20.000 per kilogram menjadi Rp15.000 per kilogram, minat beli konsumen meningkat. Akibatnya, jumlah apel yang diminta naik dari 100 kilogram menjadi 150 kilogram.
Contoh Hukum Penawaran
Penawaran Produk Elektronik
Saat harga smartphone mengalami kenaikan dari Rp3.000.000 menjadi Rp4.000.000, produsen terdorong untuk meningkatkan jumlah produksi. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah smartphone yang ditawarkan, dari 10.000 unit menjadi 15.000 unit.
Kesimpulan
Permintaan dan penawaran merupakan konsep dasar dalam ekonomi yang menggambarkan interaksi antara konsumen dan produsen di pasar. Permintaan menunjukkan jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli konsumen pada tingkat harga dan waktu tertentu, sedangkan penawaran menggambarkan jumlah barang atau jasa yang bersedia disediakan produsen untuk dijual. Pelajari apa itu laporan keuangan untuk menambah pengetahuanmu!
Keduanya dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti harga, pendapatan, selera, biaya produksi, teknologi, hingga kebijakan pemerintah. Hubungan antara harga dan permintaan bersifat berbanding terbalik, sementara hubungan antara harga dan penawaran bersifat searah, sebagaimana dijelaskan dalam hukum permintaan dan hukum penawaran.
Melalui fungsi dan kurva permintaan serta penawaran, dapat dipahami bagaimana perubahan harga dan faktor lain memengaruhi jumlah barang yang diminta dan ditawarkan. Pemahaman terhadap konsep ini penting karena menjadi dasar dalam menentukan harga pasar dan membantu pelaku ekonomi mengambil keputusan yang lebih tepat dalam kegiatan jual beli.