Simulasi Digital: Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Jenisnya

Simulasi digital dikenal sebagai salah satu mata pelajaran baru pada seluruh kompetensi keahlian dalam kurikulum 2013. Simulasi digital juga merupakan kompetensi pada Teknik Komputer Jaringan sebagai keahlian. Awal mula perancangan simulasi digital adalah identifikasi kebutuhan belajar siswa secara mandiri dengan sistem online.

Sampai saat ini, aspek simulasi digital yang sudah berhasil dibuat adalah desain web, sintak pembelajaran, dan materi-materi simulasi digital. Ketiga aspek tersebut dijadikan sebagai penguji terkait e-learning. Dan masing-masing aspek akan dinilai dan ditanggapi oleh ahli web desain, ahli evaluasi, serta ahli materi.

Berikut penjelasan tentang simulasi digital: pengertian, tujuan, manfaat, dan jenisnya yang bisa kamu ketahui:

Apa Itu Simulasi Digital?

gambar simulasi digital

Simulasi digital merupakan representasi sederhana yang ditampilkan melalui komputer multimedia dan dirancang menyerupai cara kerja kognitif manusia secara alami.

Berdasarkan jurnal Educational Technology: Simulation as Scaffolds in Science Education (2016) karya Maggie, simulasi digital diartikan sebagai perangkat lunak yang mampu merekayasa kondisi atau objek nyata ke dalam bentuk visual yang lebih mudah dipahami.

Selain itu, simulasi digital juga dapat dipahami sebagai media atau sistem berbasis teknologi digital yang memanfaatkan proses pengolahan data untuk menghasilkan output tertentu. Melalui penerapan ini, simulasi digital berperan sebagai alat bantu pembelajaran maupun peraga yang efektif dalam menjelaskan konsep, proses, atau fenomena secara interaktif.

Ada pula beberapa ahli yang mempunyai definisi tersendiri mengenai simulasi digital, yaitu:

1. Udin Syaefudin Sa’ud

Simulasi digital menurut beliau adalah suatu visualisasi atau replikasi dari perilaku sebuah sistem. Sebagai contoh yakni perencanaan kurikulum pendidikan yang berjalan dalam kurun waktu tertentu.

2. Sri Anitah, W.

Definisi simulasi digital menurut Sri Anitah adalah suatu metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam sebuah kelompok. Menurut beliau, proses pembelajaran yang menggunakan metode ini objeknya cenderung tidak nyata atau bukan kegiatan yang sebenarnya. Dengan kata lain para pengajar hanya berpura-pura dalam melakukan kegiatan belajar.

3. Muntoha dkk

Menurut Muntoha dan kawan-kawan, simulasi digital memiliki arti perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan yang mana terjadi pergeseran tentang cara penyampaian materi dari tatap muka secara langsung dalam ruang kelas menjadi secara daring atau virtual.

Tujuan Simulasi Digital

Hadirnya simulasi digital pada era ini tentu saja bukan tanpa tujuan. Terdapat beberapa tujuan yang mendorong lahirnya simulasi digital, antara lain:

  • Menumbuhkan sikap berbagi (sharing) informasi dan pengetahuan kepada orang lain.
  • Menyampaikan ide, gagasan, atau penjelasan mengenai suatu produk atau karya melalui media digital.
  • Membekali pelajar dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan kreativitas serta membangun jaringan informasi dengan berbagai pihak, sehingga dapat meningkatkan wawasan dan ilmu pengetahuan.

Manfaat Simulasi Digital

Simulasi digital sangat bermanfaat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Berikut beberapa manfaat dari simulasi digital, yaitu:

  • Berfungsi sebagai alat output.
  • Memprediksi jalannya project yang akan dibuat dengan menampilkan visual.
  • Mengoptimalkan hasil yang akan diperoleh dari pelaksanaan objek simulasi.
  • Mengetahui dampak atau efek yang akan ditimbulkan dari suatu tindakan sebelum benar-benar diaplikasikan pada dunia nyata.
  • Memberi kesempatan kepada penggunanya untuk mengetahui hasil dari penerapan suatu hal melalui tahap percobaan.
  • Memberi kesempatan pada penggunanya untuk melakukan evaluasi setelah mendapat hasil simulasi.
  • Memberi kemudahan pada penggunanya dalam menghemat anggaran pelaksanaan.
  • Memudahkan kegiatan pembelajaran pada sekolah.
  • Memudahkan tenaga pendidik dalam memberikan tugas-tugas sekolah pada para siswanya.

Jenis-Jenis Simulasi Digital

Mengacu pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, simulasi digital dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

Simulasi Analog

Simulasi analog merupakan jenis simulasi yang menggunakan rangkaian elektronik analog. Sistem ini bekerja dengan sinyal berbentuk gelombang berkelanjutan yang membawa informasi melalui perubahan karakteristik gelombang, seperti amplitudo, frekuensi, dan fase.
Contoh penerapan sistem analog antara lain remote televisi, speedometer, telepon, radio analog, dan perangkat sejenis lainnya.

Sistem Digital

Sistem digital adalah simulasi yang dijalankan menggunakan perangkat komputer digital. Informasi seperti teks, gambar, dan grafis direpresentasikan dalam bentuk angka atau data numerik yang diproses oleh komputer.
Contoh sistem digital meliputi kamera digital, ponsel, komputer, kalkulator digital, radio digital, dan jam digital.

Sistem Hybrid

Sistem hybrid merupakan simulasi yang menggabungkan teknologi analog dan digital dalam satu rangkaian. Sistem ini banyak digunakan pada perangkat modern yang memerlukan presisi tinggi dan kontrol otomatis.
Contohnya adalah mesin robot, peralatan medis terkomputerisasi, serta berbagai perangkat canggih lainnya.

Kesimpulan

Simulasi digital merupakan bagian penting dalam perkembangan pendidikan modern, khususnya sejak diterapkannya dalam Kurikulum 2013 sebagai mata pelajaran dan kompetensi keahlian tertentu. Kehadirannya menjadi solusi pembelajaran berbasis teknologi yang mampu menjawab kebutuhan belajar mandiri dan daring bagi peserta didik.

Secara umum, simulasi digital berfungsi sebagai media pembelajaran interaktif yang merepresentasikan kondisi atau sistem nyata ke dalam bentuk visual digital. Dengan dukungan perangkat lunak dan teknologi multimedia, simulasi digital memudahkan pemahaman konsep, proses, serta fenomena yang sulit dijelaskan secara konvensional. Hal ini menjadikan simulasi digital efektif sebagai alat bantu belajar, peraga, hingga sarana evaluasi. Pelajari apa itu sistem informasi manajemen yang bisa kamu ketahui!

Selain memiliki tujuan untuk menumbuhkan kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan berbagi informasi, simulasi digital juga memberikan banyak manfaat, seperti efisiensi biaya, kemudahan pembelajaran, serta kemampuan memprediksi dan mengevaluasi suatu tindakan sebelum diterapkan di dunia nyata.