Perangkat Keras Komputer: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Contoh

Di era digital saat ini, komputer telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja profesional, hampir seluruh aktivitas kini bergantung pada komputer sebagai sarana utama untuk belajar, bekerja, dan berkomunikasi. Meski sering digunakan, tidak sedikit pengguna yang belum benar-benar memahami komponen-komponen yang menyusun sebuah komputer.

Salah satu dasar penting yang perlu diketahui adalah perangkat keras komputer. Perangkat keras atau hardware merupakan bagian fisik dari komputer yang dapat dilihat dan disentuh secara langsung. Tanpa adanya perangkat keras, komputer tidak akan dapat beroperasi, meskipun telah dibekali dengan perangkat lunak yang canggih.

Dalam mempelajari ilmu komputer, pengenalan terhadap komponen penyusunnya menjadi langkah awal yang penting, mulai dari perangkat sederhana hingga yang memiliki fungsi kompleks. Perangkat keras menjadi salah satu komponen utama karena berperan sebagai penggerak sistem komputer secara keseluruhan.

Fungsi utama perangkat keras adalah menjalankan instruksi yang diberikan oleh perangkat lunak, seperti sistem operasi dan aplikasi lainnya. Tanpa dukungan hardware yang memadai, sistem komputer tidak dapat bekerja secara optimal.

Oleh karena itu, pembahasan mengenai perangkat keras komputer: pengertian, fungsi, jenis, dan contoh, menjadi hal yang penting untuk dipahami lebih lanjut.

Pengertian Perangkat Keras Komputer

gambar perangkat keras komputer

Perangkat keras komputer adalah seluruh komponen fisik yang dapat dilihat dan disentuh, yang berfungsi mendukung proses pengolahan data hingga menghasilkan informasi. Perangkat ini mencakup berbagai bagian yang memiliki peran sebagai alat input, pemrosesan, penyimpanan, hingga output.

Perangkat keras komputer tidak hanya terbatas pada komponen internal seperti prosesor (CPU) dan RAM, tetapi juga meliputi perangkat eksternal seperti monitor, keyboard, dan mouse. Seluruh komponen tersebut saling terhubung dan bekerja secara terpadu agar sistem komputer dapat beroperasi dengan baik dan optimal.

Fungsi Hardware atau Perangkat Keras Komputer

Setiap perangkat keras komputer memiliki peran dan tugas masing-masing. Namun secara umum, fungsi perangkat keras dapat dikelompokkan ke dalam empat peran utama berikut ini.

1. Menerima Input

Perangkat keras berfungsi sebagai alat untuk menerima data atau perintah dari pengguna. Data yang masuk melalui perangkat input ini selanjutnya akan diteruskan ke sistem untuk diproses menjadi informasi.

2. Mengolah Data dan Informasi

Sebagian perangkat keras bertugas memproses data yang telah diterima. Proses ini bertujuan untuk mengubah data mentah menjadi informasi yang lebih bermakna dan siap digunakan.

3. Menghasilkan Output

Setelah data selesai diproses, hasil pengolahan tersebut akan ditampilkan kepada pengguna melalui perangkat output, sehingga informasi dapat dilihat, dibaca, atau digunakan secara langsung.

4. Menyimpan Data dan Informasi

Fungsi lainnya dari perangkat keras adalah sebagai media penyimpanan data. Penyimpanan ini dapat berupa perangkat internal maupun eksternal, yang berfungsi untuk menyimpan data dan informasi agar dapat diakses kembali di kemudian hari.

Cara Kerja Perangkat Keras Komputer (Hardware)

Meskipun bersifat fisik dan dapat dilihat, hardware juga memiliki bagian non-fisik yang memiliki fungsi sebagai penyedia instruksi dasar pada hardware itu sendiri, dan sebutannya adalah firmware. Chip atau memori seperti ROM atau EEPROM merupakan hardware, tapi keduanya menyimpan firmware yang dapat menghasilkan instruksi dasar agar hardware dapat dijalankan.

Adapun instruksi dasar yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Instruksi Dasar Input

Yang dimaksud dengan instruksi dasar input yakni sebuah instruksi yang mampu memberikan informasi pada software berupa sistem operasi melalui driver. Untuk dapat menjalankan instruksi dasar ini hardware harus dijalankan oleh pengguna komputer itu sendiri.

Adapun yang termasuk contoh input ini adalah memasukkan teks dengan keyboard, menggerakkan kursor dengan mouse, dan lain sebagainya.

2. Instruksi Dasar Proses

Instruksi dasar proses merupakan instruksi yang dikerjakan oleh hardware sebagai penengah antara instruksi masukan (input) dengan instruksi keluaran (output). Instruksi ini tidak terjadi pada sistem komputer secara utuh, melainkan hanya dilakukan oleh hardware itu sendiri.

3. Instruksi Dasar Output

Jika instruksi dasar input adalah masukannya, maka instruksi dasar output adalah hasil dari masukan itu sendiri. Instruksi dasar output akan bekerja jika ada instruksi panggilan dari software lainnya yang diperantarai oleh driver dan dilakukan oleh pengguna komputer.

Contoh instruksi dasar output adalah pencetakan dokumen menggunakan printer, pemutaran video menggunakan monitor, dan lain sebagainya.

Jenis-Jenis Perangkat Keras Komputer dan Fungsinya

Untuk menjalankan instruksi dasar sebagaimana yang telah dijalankan sebelumnya maka dibutuhkan 5 jenis perangkat keras. Perangkat-perangkat keras tersebut telah diatur sedemikian rupa agar bisa bekerja sesuai fungsinya masing-masing, yakni fungsi input, output, proses, penyimpanan, serta kelistrikan sebagai penopang daya agar komputer tetap hidup dan bisa dijalankan.

Adapun kelima jenis perangkat keras yang dimaksud adalah sebagai berikut.

1. Perangkat Keras Input

a.) Keyboard

Perangkat keras keyboard merupakan input hardware yang paling utama dari sebuah sistem komputer. Dalam sebuah keyboard terdiri tombol-tombol yang berfungsi memasukkan instruksi pada sistem komputer agar dapat beroperasi sebagaimana mestinya.

b.) Mouse

Jika keyboard adalah perangkat utama, maka mouse adalah perangkat pendukung (peripheral) yang berfungsi mengerjakan input data. Untuk melakukannya, mouse dapat dijalankan dengan klik, gerakan kursor, serta scroll.

Pada awalnya, untuk menggerakkan kursor dilakukan dengan mouse yang berupa bola, namun saat ini untuk mendeteksi pergerakan sudah menggunakan sensor cahaya yang lebih canggih.

c.) Scanner

Perangkat keras input selanjutnya adalah scanner yang memiliki data input berupa hasil pemindaian (scan). Scan ini dapat memindai dokumen layaknya mesin fotocopy untuk menggandakan sebuah dokumen.

d.) ROM-Drive

Agar sistem operasi atau software dapat diinstall pada komputer, maka komputer membutuhkan ROM-Drive. Perangkat keras ini memiliki fungsi sebagai pembaca masukan data yang berupa kepingan CD maupun DVD.

Sesuai dengan kemampuannya, ROM-Drive ini memiliki beberapa jenis, di antaranya adalah CD-R atau DVD-R (kemampuan membaca saja/Read) dan CD-RW atau DVD-RW (kemampuan membaca dan menulis). Meskipun penting, saat ini ada beberapa jenis laptop yang tidak menggunakan ROM-Drive, melainkan hanya flashdisk bootable yang digunakan untuk menginstall sistem operasi.

2. Perangkat Keras Proses

a.) Prosesor (CPU)

Sebagai perangkat keras proses yang utama, prosesor memegang peranan penting dalam menjalankan eksekusi komputasi yang dapat berupa logika, sistem kontrol, aritmatika, serta input / output spesifik yang dilakukan oleh pengguna komputer.

Prosesor memiliki komponen circuit elektronik yang menjalankan hampir seluruh proses yang ada di dalam sebuah sistem komputer, sehingga sering disebut pula sebagai Central Processing Unit (CPU).

b.) Motherboard

Perangkat keras proses yang berbentuk papan circuit dengan fungsi sebagai penghubung setiap hardware pada sistem komputer disebut dengan motherboard. Motherboard yang disebut juga dengan papan induk atau mainboard ini telah dilengkapi dengan chip BIOS (Basic Input Output System) dan di dalamnya terdapat port-port sebagai penghubung hardware.

c.) Kartu Suara

Sound card atau kartu suara merupakan perangkat keras yang berfungsi untuk mengerjakan proses data yang berbentuk suara. Sound card inilah yang nantinya digunakan untuk memproses suara yang masuk maupun suara yang keluar.

d.) VGA (Video Graphics Array)

Proses visualisasi data dalam sistem komputer dikerjakan oleh VGA (Video Graphics Array) yang ditampilkan dalam bentuk grafis. Industri game dan CAD yang berkembang sampai saat ini merupakan salah satu hasil dari perkembangan VGA yang begitu pesat dari waktu ke waktu.

3. Perangkat Keras Output

a.) Monitor

Monitor merupakan hardware jenis output yang utama dengan fungsi untuk menampilkan hasil dari pemrosesan data grafis yang dilakukan VGA. Video yang ditampilkan pada monitor inilah yang merupakan hasil pemrosesan data grafis tersebut.

b.) Speaker

Pemrosesan data berupa suara yang dilakukan oleh sound card tadi selanjutnya akan dikeluarkan oleh speaker sebagai perangkat keluarannya dalam bentuk suara juga.

c.) Printer

Printer merupakan perangkat keras keluaran atau output yang memiliki fungsi sebagai pencetak dokumen dalam bentuk kertas yang sebelumnya telah diinstruksikan oleh software dengan bantuan mouse atau keyboard.

d.) Proyektor

Proyektor merupakan output hardware yang berfungsi untuk menampilkan atau menayangkan gambar melalui layar proyeksi menggunakan elemen optik yang ada di dalamnya.

4. Perangkat Keras Penyimpanan

a.) RAM (Random Access Memory)

RAM merupakan perangkat keras penyimpanan yang mampu menyimpan data ketika sedang diproses oleh prosesor. Jika menyimpan data pada RAM, maka data akan hilang ketika listrik mati karena sifatnya volatile dan setelah itu data akan diakses secara random atau acak.

Teknologi DRAM yang digunakan pada transfer data RAM membuatnya lebih cepat dari harddisk yang biasa, ratusan bahkan ribuan kali.  Hal inilah yang menjadikan data pada RAM sifatnya sementara agar performanya dapat selalu meningkat.

RAM juga memiliki teknologi caching yang mampu menyimpan data aplikasi dan memprosesnya kembali ketika dibutuhkan. Hal ini bisa dirasakan ketika pertama membuka aplikasi akan terasa lambat, tetapi akan terasa cepat ketika membukanya untuk kedua kali.

b.) ROM (Read Only Memory)

ROM adalah media penyimpanan yang dapat ditemukan pada chip BIOS atau firmware. Berbeda dengan RAM, ROM merupakan media penyimpanan yang sifatnya non-volatile, yakni data tidak akan hilang meskipun listrik mati, serta hanya dibaca saja.

c.) Hardisk

Harddisk merupakan media berupa piringan digital yang berfungsi sebagai penyimpan data sistem operasi serta data pengguna dengan sifatnya yang non-volatile. Harddisk inilah yang membagi lokasi penyimpanan menjadi beberapa partisi dengan simbol seperti C:/, D:/, dan yang lainnya.

d.) SSD (Solid State Drive)

SSD merupakan media penyimpanan yang kerap kali digunakan sebagai pengganti harddisk agar lebih kuat, cepat, serta hemat listrik dengan teknologi NAND Flash yang dimilikinya.

e.) NVme

Jika SSD biasa dirasa kurang cepat, maka NVme bisa digunakan karena mampu membuat performa lebih cepat dengan port PCI Express yang dimilikinya. Media penyimpanan yang satu ini kerap kali digunakan untuk komputer server atau data center.

5. Perangkat Keras Kelistrikan

a.) Power Supply

Untuk melakukan manajemen sistem komputer dibutuhkan tegangan listrik DC. Untuk itu, agar bisa melakukan konversi tegangan AC menjadi DC digunakanlah power supply.

b.) Stabilizer Voltage

Stabilizer voltage merupakan hardware kelistrikan yang berfungsi sebagai penstabil tegangan listrik agar kerusakan perangkat elektronik dapat dicegah.

c.) UPS (Uninterruptible Power Supply)

Sebagai backup listrik ketika listrik mati, maka UPS bisa digunakan. Saat ini sudah banyak UPS yang dilengkapi dengan stabilizer, namun harganya lebih mahal.

Untuk menjalankan komputer secara maksimal, perangkat-perangkat keras di atas harus ada. Apabila terdapat salah satu yang kurang, maka bisa berdampak pada kerusakan perangkat komputer yang lainnya. Perangakat kerasa komputer satu dengan lainnya bisa disambungkan menjadi sebuah jaringan dengan topologi jaringan tertentu. Antar komputer tersebut bisa dihubungkan salah satunya dengan kabel utp.

Contoh Perangkat Keras Komputer dan Fungsinya

Berbagai perangkat keras komputer memiliki peran dan fungsi yang saling melengkapi satu sama lain. Setiap komponen dirancang untuk mendukung proses input, pemrosesan, penyimpanan, hingga output data agar komputer dapat bekerja secara optimal.

Berikut ini beberapa contoh perangkat keras komputer beserta fungsinya yang perlu kamu ketahui:

1. Processor (CPU)

Processor atau Central Processing Unit merupakan pusat pemrosesan data sekaligus otak dari komputer. Komponen ini bertugas menjalankan perintah dan mengolah data dengan kecepatan tinggi. Kinerja CPU sangat memengaruhi kecepatan komputer dalam menjalankan aplikasi dan sistem operasi.

2. Motherboard

Motherboard adalah papan sirkuit utama yang menjadi tempat terhubungnya seluruh komponen komputer, seperti CPU, RAM, kartu grafis, dan media penyimpanan. Perangkat keras ini berperan sebagai penghubung agar setiap komponen dapat berkomunikasi dan bekerja secara sinkron.

3. RAM (Random Access Memory)

RAM berfungsi sebagai media penyimpanan sementara untuk data dan aplikasi yang sedang digunakan. Semakin besar kapasitas RAM, semakin banyak program yang dapat dijalankan secara bersamaan tanpa menurunkan performa komputer.

4. HDD dan SSD

HDD (Hard Disk Drive) dan SSD (Solid State Drive) merupakan perangkat penyimpanan utama. HDD dikenal memiliki kapasitas besar dengan harga yang relatif terjangkau, sedangkan SSD menawarkan kecepatan akses data yang jauh lebih tinggi sehingga mampu mempercepat proses booting dan kinerja sistem secara keseluruhan.

5. Monitor

Monitor berfungsi menampilkan hasil pemrosesan komputer dalam bentuk visual. Perkembangan teknologi layar, seperti LCD, LED, hingga OLED, membuat kualitas tampilan semakin tajam dan nyaman digunakan dalam berbagai aktivitas.

6. Keyboard dan Mouse

Keyboard dan mouse termasuk perangkat input utama yang digunakan untuk berinteraksi dengan komputer. Keyboard berfungsi untuk memasukkan teks dan perintah, sedangkan mouse membantu mengarahkan kursor serta memilih menu dengan lebih mudah.

7. Power Supply Unit (PSU)

Power Supply Unit berperan mengalirkan dan mengatur daya listrik agar dapat digunakan oleh seluruh komponen komputer. PSU juga membantu menjaga kestabilan listrik sehingga perangkat terlindungi dari kerusakan akibat lonjakan arus.

8. VGA (Kartu Grafis)

VGA atau kartu grafis bertugas mengolah data visual agar dapat ditampilkan di layar. Perangkat ini sangat penting bagi pengguna yang berkecimpung di bidang desain grafis, gaming, dan editing video karena memengaruhi kualitas gambar dan kelancaran tampilan.

9. Optical Drive

Optical drive digunakan untuk membaca dan menulis data dari media seperti CD atau DVD. Meskipun kini mulai jarang digunakan, perangkat ini masih dibutuhkan untuk keperluan tertentu, seperti instalasi software lama atau pemutaran media fisik.

10. Speaker dan Headphone

Speaker dan headphone merupakan perangkat output audio yang berfungsi mengeluarkan suara dari komputer. Kehadiran perangkat ini mendukung aktivitas multimedia, seperti mendengarkan musik, menonton video, dan melakukan komunikasi daring.

Kesimpulan

Perangkat keras komputer merupakan komponen fisik yang memiliki peranan sangat penting dalam mendukung kinerja sistem komputer secara keseluruhan. Mulai dari menerima input, mengolah data, menyimpan informasi, hingga menampilkan output, seluruh perangkat keras bekerja secara terintegrasi untuk memastikan komputer dapat beroperasi dengan baik dan optimal. Tanpa adanya hardware, perangkat lunak tidak akan mampu menjalankan fungsinya meskipun memiliki teknologi yang canggih.

Beragam jenis perangkat keras, seperti perangkat input, proses, output, penyimpanan, dan kelistrikan, masing-masing memiliki fungsi yang saling melengkapi. Pemahaman yang baik mengenai pengertian, cara kerja, jenis, serta fungsi perangkat keras komputer tidak hanya membantu pengguna dalam mengoperasikan komputer secara lebih efektif, tetapi juga bermanfaat dalam perawatan, pemilihan perangkat, dan pemaksimalan performa sesuai kebutuhan.

Dengan demikian, pengetahuan tentang perangkat keras komputer menjadi dasar penting bagi siapa saja yang aktif menggunakan teknologi di era digital saat ini. Berikut cara screenshot di laptop yang bisa kamu pelajari!