Pengertian Norma dan Macamnya

Norma bukanlah istilah yang asing di telinga banyak orang, karena setiap orang hidup dengan berbagai norma yang berlaku. Norma memiliki kaitan yang sangat erat dalam perilaku dan aktivitas yang dilakukan oleh manusia setiap harinya. Norma berlaku pada lingkungan tertentu, sehingga suatu lingkungan bisa saja memiliki norma yang berbeda dengan lingkungan lainnya.

Terdapat beberapa norma yang hidup dalam masyarakat dan mengatur aktivitas kehidupan, yaitu norma agama, hukum, kesusilaan, dan kesopanan. Setiap norma memiliki kaitannya dan saling melengkapi satu sama lain.

Apa Itu Norma?

Norma merupakan sebuah pedoman atau kaidah dalam berinteraksi serta berperilaku antar manusia, di dalam masyarakat yang menjalani kehidupan bersama. Umumnya, norma berlaku dalam suatu lingkungan kehidupan tertentu, misalnya negara dan etnis. Sehingga, bisa saja norma di satu negara berbeda dengan negara lainnya.

Setiap orang atau kelompok yang melanggar dan tidak menaati norma kehidupan di lingkungan tersebut, maka akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan berlaku dalam lingkungan itu. Lantaran hal tersebut, norma memiliki sifat memaksa dan memiliki sebuah kekuatan.

Menaati norma yang berlaku, berarti orang tersebut telah menciptakan sebuah tatanan yang baik, nyaman, tertib, dan damai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Orang yang taat dengan norma yang ada, akan menciptakan sebuah kehidupan yang nyaman bagi diri sendiri dan orang lain yang ada di lingkungannya.

Setiap anggota dari suatu kelompok harus mematuhi setiap norma yang berlaku dalam kelompok tersebut. Beberapa aturan juga dapat berubah sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat, namun tidak untuk norma agama. Norma juga bisa dikatakan sebagai suatu kesepakatan antara setiap anggota suatu masyarakat.

Keberadaan norma sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat, seperti dapat menciptakan sebuah kehidupan yang tertib dan aman di masyarakat, dapat mencegah terjadinya sebuah benturan dan tindak kejahatan, serta memberi petunjuk untuk setiap orang dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Macam-Macam Norma

Di dalam kehidupan manusia dalam bermasyarakat, terdapat beberapa norma yang harus ditaati dan dipatuhi. Jika seseorang melakukan pelanggaran terhadap norma, maka orang tersebut akan mendapatkan sanksi sesuai dengan norma yang dilanggarnya. Berikut macam-macam norma yang hadir dalam kehidupan secara umum, yaitu:

Norma Agama

Pengertian Norma Agama

Norma agama merupakan sebuah pedoman yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Norma ini memiliki sifat yang tetap, tidak dapat ditambah atau dikurangi. Pemeluk suatu agama akan meyakini jika norma agama mengatur ibadah, serta hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan Tuhan.

Norma agama harus ditaati oleh setiap penganut agama tersebut. Ciri-ciri dari norma agama adalah bersifat abadi, universal serta bersifat luas dan berlaku untuk seluruh umat manusia. Jika seseorang mengerjakan perintah agama, maka akan memeroleh pahala, dan jika dilanggar mendapat dosa.

Isi dari norma agama tersebut berupa perintah, larangan, dan ajaran bagi para penganutnya. Norma agama juga menjadi sebuah sumber dari norma lainnya yang ada dalam kehidupan masyarakat. Maka, norma agama dianggap sakral untuk para penganutnya.

Tujuan norma agama yaitu untuk menyempurnakan akhlak manusia, sehingga manusia tersebut dapat menjadi seseorang yang baik. Norma agama mengutamakan tanggung jawab seseorang kepada Tuhan. Orang yang bisa menaati norma agama akan memiliki hidup dengan hati yang tenang.

Contoh Norma Agama

Beberapa contoh dari norma agama, yaitu:

  • Harus melakukan ibadah wajib, sesuai dengan yang telah diajarkan agama masing-masing.
  • Tidak boleh melakukan tindakan kejahatan yang dapat merugikan diri sendiri atau orang lain.
  • Tidak boleh membunuh.
  • Melakukan perintah dan menjauhi larangan yang terdapat dalam kitab suci.
  • Tidak boleh merampok atau mencuri.
  • Menghormati orang tua.
  • Tidak meminum minuman keras.
  • Tidak mengonsumsi narkoba.

Pelanggaran Norma Agama

Sanksi yang didapatkan ketika tidak menaati norma agama adalah hukuman yang ada di akhirat. Oleh karena itu, sanksi dari norma agama tidak didapatkan secara langsung, tetapi akan didapatkan setelah manusia meninggal.

Selain sanksi di akhirat, manusia juga bisa mendapatkan sanksi di dunia berupa perasaan gelisah, tidak tenang, pikiran menjadi kacau, dikucilkan oleh masyarakat, serta selalu berpikir mengenai rasa bersalah yang membebani hati dan pikiran.

Norma Hukum

Pengertian Norma Hukum

Norma hukum merupakan suatu peraturan yang dibuat oleh suatu lembaga tertentu. Lembaga tersebut memiliki wewenang untuk mengatur segala aspek dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sumber dari peraturan tersebut berasal dari perundang-undangan serta yurisprudensi.

Norma hukum memiliki fungsinya dalam kehidupan bermasyarakat, yaitu sebagai pelengkap dari norma lainnya yang memiliki sanksi nyata dan tegas. Norma hukum juga dapat mengatur hal lainnya yang belum terdapat di norma lain. Tetapi, norma hukum juga bisa bertentangan dengan norma lainnya, misalnya pemberian hukuman mati.

Ciri-ciri dari norma hukum yaitu terdapat larangan dan perintah yang harus ditaati oleh setiap orang yang ada di negara tersebut tanpa kecuali. Unsur-unsur yang terdapat dalam norma hukum adalah mengatur tingkah laku dalam kehidupan manusia, dibuat oleh badan resmi negara, bersifat memaksa, dan terdapat sanksi yang tegas.

Maksud dari sanksi yang tegas adalah pemberian sanksi dari aturan yang dilanggar, telah terdapat di dalam peraturan perundang-undangan. Sementara itu, arti dari sanksi yang nyata adalah jumlah hukuman juga sudah ditetapkan, misalnya lamanya waktu tahanan atau jumlah denda yang harus dibayar.

Tujuan dari keberadaan norma hukum adalah untuk menciptakan masyarakat yang tertib, mencegah orang untuk melakukan kegiatan yang berbahaya dan merugikan orang lain, menyediakan sebuah kontrol tata perilaku secara tertulis, memberikan sanksi bagi setiap pelanggar hukum, menciptakan sebuah keteraturan sosial, dan lainnya.

Di dalam sebuah masyarakat, sering kali terjadi perilaku yang melanggar norma, padahal tujuan awal dari norma adalah untuk menciptakan sebuah keseimbangan dalam masyarakat. Oleh karena itu, dibuatlah sebuah norma hukum, yang merupakan aturan tertulis dengan sanksi tegas dan alat penegaknya.

Contoh Norma Hukum

Beberapa contoh dari norma hukum, yaitu:

  • Larangan untuk mencuri atau merampok.
  • Kewajiban bagi seluruh masyarakat untuk membayar pajak.
  • Setiap pengendara kendaraan bermotor harus mematuhi peraturan dan rambu-rambu lalu lintas.
  • Dilarang menggunakan narkoba.
  • Dilarang melakukan tindakan kekerasan, misalnya membunuh.

Pelanggaran Norma Hukum

Jika melanggar norma hukum, maka sanksi yang akan diberikan bersifat memaksa, tegas, dan mengikat bagi seluruh masyarakat. Contohnya adalah hukuman tahanan di penjara, denda berupa uang, bahkan hukuman mati.

Norma Kesusilaan

Pengertian Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan merupakan sebuah aturan yang berasal dari hati seseorang. Hal tersebut berhubungan dengan perbuatan yang dinilai baik atau buruk. Norma kesusilaan dapat dikatakan juga sebagai norma moral, sehingga orang yang tidak menaati norma tersebut dapat dikatakan sebagai orang yang tidak memiliki moral.

Norma kesusilaan merupakan sebuah petunjuk bagi seseorang dalam bertingkah laku dan bersikap yang baik di masyarakat. Tujuan dari norma kesusilaan adalah agar setiap orang memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang baik, untuk mewujudkan hubungan sesama manusia yang harmonis.

Sumber dari norma kesusilaan adalah hati manusia yang memiliki sifat tidak abadi. Norma kesusilaan merupakan norma yang ditujukan untuk setiap orang yang ada di dunia ini (universal). Norma kesusilaan merupakan sebuah petunjuk dalam cara bersikap serta memuskan berbagai hal yang perlu dilakukan, dihindari, atau ditentang.

Contoh Norma Kesusilaan

Beberapa contoh dari norma kesusilaan, yaitu:

  • Berlaku adil kepada setiap orang.
  • Bersikap dengan baik kepada semua orang dan setiap makhluk hidup.
  • Tidak boleh melanggar hak orang laik.
  • Memiliki sifat jujur agar dapat membangun kepercayaan antar sesama.
  • Berpakaian yang baik dan sesuai dengan kondisi dan tempat.
  • Mengucapkan terima kasih, tolong, dan maaf.

Pelanggaran Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan bersifat tidak tegas, kebalikan dari norma hukum. Biasanya, sanksi yang diterima berupa rasa bersalah, penyesalan, dan malu atas pelanggaran yang telah dilakukan.

Norma Kesopanan

Pengertian Norma Kesopanan

Norma kesopanan merupakan suatu peraturan yang timbul dari hubungan sesama manusia di sebuah kelompok masarakat. Norma ini dianggap sebagai suatu hal yang penting dalam bergaul di masyarakat. Umumnya, sumber dari norma kesopanan adalah budaya masyarakat dan memiliki sifat yang berbeda di setiap lingkungan atau waktu.

Norma kesopanan dikenal juga sebagai tata krama, sopan santun, bahkan adat istiadat. Tingkah laku seseorang yang sesuai dengan norma kesopanan yang berlaku dapat dinilai positif dari masyarakat. Sedangkan, seseorang yang melanggar norma kesopanan, biasanya akan diberi teguran atau sindiran.

Sumber dari norma kesopanan adalah kebiasaan dan kebudayaan masyarakat setempat, yang mengarah pada tradisi pergaulan masyarakat. Fungsi norma kesopanan adalah untuk mengatur tingkah laku seseorang agar masih dalam batas kesopanan. Norma kesopanan juga berperan penting dalam mempertahankan budaya nenek moyang.

Norma kesopanan dapat menciptakan sebuah kelompok yang selaras dan hidup dengan rasa tentram juga nyaman. Selain bermanfaat bagi lingkungan sekitar, norma kesopanan juga akan membuat seseorang bisa menghargai dirinya sendiri. Norma kesopanan merupakan sebuah evaluator terhadap budaya luhur di masyarakat tersebut, apakah masih kuat atau sudah luntur.

Umumnya, penjaga norma kesopanan adalah orang tua atau orang yang memiliki pendidikan tinggi. Saat ini, sering muncul sebuah anggapan bahwa anak muda tidak memiliki sopan santun. Namun, bisa saja penyebabnya adalah norma kesopanan yang ada pada zaman dahulu sudah tidak relevan. Oleh karena itu, norma kesopanan memiliki sifat yang dinamis.

Contoh Norma Kesopanan

Beberapa contoh dari norma kesopanan, yaitu:

  • Kebiasaan membuang sampah pada tempat yang sudah seharusnya.
  • Menghargai orang dewasa.
  • Memiliki tutur kata yang sopan dan baik.
  • Kebiasaan menyapa dan memberikan salam untuk orang lain.

Pelanggaran Norma Kesopanan

Pelanggaran dari norma kesopanan sering dilihat dari tindakan seseorang yang tidak bisa menghargai kebudayaan di lingkungan tersebut. Bagi seseorang yang melanggar norma kesopanan, maka sanksi yang diberikan biasanya berupa celaan dari masyarakat setempat. Sanksi tersebut menimbulkan rasa malu bagi pelanggarnya.

Hadirnya norma dalam kehidupan, memiliki tujuan yang baik untuk setiap manusia. Setiap orang wajib untuk menaati norma dengan baik, dalam mendapatkan manfaatnya, seperti bisa mengendalikan sikap dan bertingkah laku yang baik dalam kehidupan. Setiap norma memiliki kaitannya satu sama lain, sehingga setiap manusia perlu menaati norma dengan baik, agar tidak memeroleh sanksi akibat melanggar.

Tinggalkan komentar