Ayah dan Anak Perempuan

Ayah, Maafkan Aku yang Telah Memberatkan Hisabmu di Akhirat

Ayah
500px.com

Ayah, maafkan aku. Aku telah memperberat hisabmu di akhirat. Padahal aku tahu bahwa setiap pemimpin itu akan di mintai pertanggung jawabannya.

Sedangkan kau adalah pemimpin keluarga, dan aku masih saja berbuat dosa serta tidak taat kepadamu dan bunda.

Ayah maafkan aku, aku telah membuatmu berat untuk menjawab jika Allah bertanya, “Wahai hambaku, bagaimana kabar anakmu ? Mengapa dia tidak taat kepada Ku ?”

Ayah sekali lagi aku sungguh minta maaf, karena aku berkata mencintaimu. Tapi aku juga tidak menghiraukan hisabmu nanti di akhirat kelak.

Padahal engkau telah susah payah untuk membesarkanku. Dan kau susah payah untuk menafkahkan aku. Sedangkan aku masih saja terlena akan maksiat dan cinta terhadap dunia.

Sungguh terlalu hati ini. Hati seorang anak yang tidak peduli terhadap nasib ayahnya di akhirat kelak.

Saat Allah perintahkan untuk menutup aurat, kenapa diri ini malah enggan untuk menggunakannya ?

Saat Allah perintahkan untuk mendirikan sholat, kenapa diri ini masih malas-malasan ?

Dan saat Allah melarang untuk pacaran, mengapa diri ini masih melakukannya ?

Aku terlena oleh nafsu syaitan, sedangkan kelak ayah akan tertatih di dalam hisab yang Allah tetapkan.

Aku tertawa bersama kelalaian dunia, sedangkan ayah kita menangis sebab aku tidak pernah bertaqwa kepada Allah SWT.

Ya Allah, berilah hidaya mu kedalam hati hamba ini. Jadikanlah ayah hamba sebagai pelita di dalam gelapnya nafsu syaitan. Dan jadikanlah ayah hamba payung dalam hujannya fitnah dunia yang sangat fana dan hina ini.

Ayah, semoga aku dapat menjadi penyejukmu di akhirat kelak.

Dan maaf ayah, jika selama ini aku telah memberatkan hisabmu di akhirat nanti.

Jika Anda Pengunjung yang Baik, Maka Tinggalkan Pesan Disini